Pages

Jan 18, 2011

"Ya Allah bantu lah hamba-Mu ini. Bantu lah aku temui jawapan di sebalik hati ini. Derita nya aku terasa kini. Menangisi masalah hati yang sakit ini. Aku tahu ini adalah ujian daripada-Mu. Namun aku mohon pada-Mu agar Kau tunjukkan aku jalan yang harus ku tujui. Agar tak ku terjatuh dalam dunia yang serba 'baru' ini "...

Selagi dinamakan manusia, kita mempunyai perasaan suka mengasihi dan dikasihi. Memang adat kehidupan bahawa kasih cinta didahului dengan berasa rindu, namun jangan pula rindu berlebihan. Kerinduan kepada kekasih, sering kali membekaskan duka, penyakit menyebabkan kelemahan hati. Kita sebenarnya berperang dengan perasaan. Namun, seorang Muslim akan terasa nikmat jika dapat menjauhi keluhan, kesedihan dan kerinduan ini

(Foto dri Ahmad Nizam Awang  ........)

BUAT RENUNGAN SEMUA....

( ENAM PERTANYAAN.....)

Suatu hari Seorang Guru berkumpul dengan murid-muridnya. ..
Lalu beliau mengajukan enam pertanyaan.. .

Pertama...
"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab..." orang tua", "guru", "teman", dan "kerabatnya" .

Sang Guru menjelaskan semua jawaban itu benar...
Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "kematian".. .
Sebab kematian adalah PASTI adanya....

Lalu Sang Guru meneruskan pertanyaan kedua...
"Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini...???"

Murid-muridnya ada yang menjawab... "negara Cina", "bulan", "matahari", dan "bintang-bintang" ...

Lalu Sang Guru menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah benar...
Tapi yang paling benar adalah "masa lalu"...

Siapa pun kita... bagaimana pun kita...dan betapa kayanya kita... tetap kita
TIDAK bisa kembali ke masa lalu...
Sebab itu kita harus menjaga hari ini... dan hari-hari yang akan datang..

Sang Guru meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga...
"Apa yang paling besar di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab "gunung", "bumi", dan "matahari".. .

Semua jawaban itu benar kata Sang Guru ...
Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "nafsu"...

Banyak manusia menjadi celaka karena memperturutkan hawa nafsunya...
Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu duniawi ...
Karena itu, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini... jangan sampai
nafsu membawa kita ke neraka (atau kesengsaraan dunia dan akhirat)...

Pertanyaan keempat adalah...
"Apa yang paling berat di dunia ini...???"

Di antara muridnya ada yang menjawab... "baja", "besi", dan "gajah"...

"Semua jawaban hampir benar...", kata Sang Guru .
tapi yang paling berat adalah "memegang amanah"...

Pertanyaan yang kelima adalah... "Apa yang paling ringan di dunia ini...???"

Ada yang menjawab "kapas", "angin", "debu", dan "daun-daunan" ...
"Semua itu benar...", kata Sang Guru...
tapi yang paling ringan di dunia ini adalah "meninggalkan ibadah"...

Lalu pertanyaan keenam adalah...
"Apakah yang paling tajam di dunia ini...???"

Murid-muridnya menjawab dengan serentak... "PEDANG...!! !"
"(hampir) Benar...", kata Sang Guru
tetapi yang paling tajam adalah "lidah manusia"...

Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati... dan
melukai perasaan saudaranya sendiri...
 
*Sudahkah kita menjadi insan yang selalu ingat akan KEMATIAN...
senantiasa belajar dari MASA LALU...
dan tidak memperturutkan NAFSU...???
Sudahkah kita mampu MENGEMBAN AMANAH sekecil apapun...
dengan tidak MENINGGALKAN IBADAH....
...serta senantiasa MENJAGA LIDAH kita...???
Subhanallah........



(Foto dri Ahmad Nizam Awang ...... )

Berhenti sejenak dan renungkan siapakah kita di depanNYA.

Allahuakbar, Allahuakbar
Allahuakbar, Allahuakbar

Subuhnya
di mana aku berada
masih enak dalam kelambu rindu
sambil berpoya-poya dengan waktu
masa bagaikan menderu
langkah tiada arah tuju
fikiran terus bercelaru
terlupa aku semakin dihujung waktu
siapa aku di depan Tuhan ku.

Zohornya
aku lebih memikirkan kelaparan
kehausan dan rehatku
aku lebih mementingkan tuntutan jawatanku
aku bertolak ansur dengan waktu
aku gembira membilang keuntungan
aku terlupa betapa besar kerugian
jika aku mengadaikan sebuah ketaatan
siapa aku di depan Tuhan ku.

Asarnya
aku lupa warna masa
cepat berubah bagaikan ditolak-tolak
aku masih dengan secawan kopiku
terlupa panas tidak dihujung kepala
aku masih bercerita
tentang si Tuah yang setia dan si Jebat yang derhaka
siapa aku di depan Tuhan ku

Maghribnya
aku melihat warna malam
tetapi aku masih berligar di sebalik tabirnya
mencari sisa-sisa keseronokan
tidak terasa ruang masa yang singkat
jalan yang bertongkat-tongkat
ruginya bertingkat-tingkat
siapa aku di depan Tuhan ku.

Isyaknya
kerana masanya yang panjang
aku membiarkan penat menghimpit dadaku
aku membiarkan kelesuan mengangguku
aku rela terlena sambil menarik selimut biru
bercumbu-cumbu dengan waktuku
siap aku di depan Tuhan ku.

kini aku menjadi tertanya-tanya
sampai bila aku akan melambatkan sujudku
apabila azan berkumandang lagi
aku tidak akan membiarkan Masjid menjadi sepi
kerana di hujung hidup ada mati
bagaimana jenazah akan dibawa sembahyang di sini
jika ruangku dibiarkan kosong
jika wajahku menjadi asing
pada mentari dan juga bintang-bintang.

SIAPA AKU DI DEPAN TUHANKU???
*Tubna ila ALlah, wa raja'na ila ALlah, wa nadimna 'ala ma fa'alna.....ALlah mengilhamkan sukma kefasikan dan ketaqwaan.
Beruntung bagi yang mensucikannya. Merugi bagi yang mengotorinya

UNTUK LELAKI BERGELAR SUAMI ATAU BAKAL SUAMI...

Kata pujangga
perempuan bagaikan angin
lembutnya melenakan
ributnya menggusarkan.
Adakalanya mereka seperti ibu
menyaji kasih, menghidang sayang
adakalanya mereka seperti anak
ingin dibelai, minta dimanjakan
adakalanya mereka seperti nenek
berleter seadanya, merungut semahuannya.

Namun,
merekalah insan yang terhampir
teman kembara dalam kehidupan yang sementara ini.
bahagia dan derita kita sangat berkait dengan mereka.

Bicara ini diakhiri dengan satu coretan
yang mungkin boleh diguriskan pada kad hari lahir isteri
atau kad ulang tahun perkahwinan
atau surat biru yang ingin kau utuskan padanya...

Atau kau pahatkan saja di halaman hatimu
pada malam nanti :

Aku hanya seorang suami
yang menerima setulus hati
seorang isteri.
Janji yang termeterai
di akad nikah kita musim yang lalu.
Salam kuhulur
buat menyapa hatimu nan luhur.
Bersamalah kita harungi
derita yang datang.
Bersatulah kita tempuhi
nikmat yang bertandang.
Denai perkahwinan
pasti dihujani air mata.
Biar kita rasa: rupanya syurga itu
sangat tinggi maharnya.

Isteri...
tidak kutagih setia, sesetia Hawa.
Atau kerinduan menggila Laila
yang sangat dalam.
Terimalah kehadiranku
di sudut tersuci di dalam hatimu.....

seorang isteri.
 
*
Suami Isteri saling melengkapi.....
Semoga Hubungan ini Lahir kerna Allah....
tp Dimanakah kekasih hatiku....Semoga dia Baik Untukku dan aku akan berusaha untuk jd pelengkap kehidupannya...InsyaAllah....
(kepada bakal peneman hatiku..ini...dengarlah luahan Hati ini...)
(Foto dri Ahmad Nizam Awang   )

DOAKU....

Aku meminta kepada Allah untuk menyingkirkan penderitaanku.
"Tidak. Itu bukan untuk Allah singkirkan, tetapi agar kau mengalahkannya."

Aku meminta kepada Allah untuk menyempurnakan kecacatanku.
"Tidak. Jiwa adalah sempurna, badan hanyalah sementara."

Aku meminta kepada Allah untuk menghadiahkanku kesabaran.
"Tidak. Kesabaran adalah hasil dari kesulitan; itu tidak dihadiahkan, itu harus dipelajari."

Aku meminta kepada Allah untuk memberiku kebahagiaan.
"Tidak. Allah memberimu berkat. Kebahagiaan adalah tergantung padamu."

Aku meminta kepada Allah untuk menjauhkan penderitaan.
"Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari perhatian duniawi dan membawamu mendekat pada Allah."

Aku meminta kepada Allah untuk menumbuhkan rohku.
"Tidak. Kau harus menumbuhkannya sendiri, tetapi Allah akan memangkas untuk membuatmu berbuah."

Aku meminta kepada Allah segala hal sehingga aku dapat menikmati hidup.
"Tidak. Allah akan memberimu hidup, sehingga kau dapat menikmati segala hal."

Aku meminta kepada Allah membantuku mengasihi orang lain, seperti Ia mengasihiku.
"Akhirnya kau mengerti wahai diri. HARI INI ADALAH MILIKMU. JANGAN SIA-SIAKAN. Bagi dunia kamu mungkin hanyalah seseorang, Tetapi bagi seseorang kamu adalah dunianya.
 
*‎"Ya Allah,ampunilah hambamu ini,setiap waktu tetap doa yg baik ditaburkan.Makmurkan segala keindahan yang ada dimanafaatkan bersama

::TiGa TaHaP HaTi ::

TIGA TAHAP HATI...

SOAL hati, Imam al-Ghazali ada membuat perincian dengan tiga pembahagian mengikut tahap ketetapan dan kemantapan, kebaikan dan kejahatan atau peralihan kepada satu daripadanya, iaitu:

1- Hati yang dibangunkan dengan binaan takwa, dibersihkan daripada akhlak yang keji dan tercela, lalu terisilah di dalam hati ini lintasan dan saranan kebaikan daripada khazanah alam ghaib atau simpanan alam malaikat.
Dengan daya penglihatan terbukalah kepada daya akal mengenai sudut kebaikannya, lalu memutuskan ia adalah suatu mesti dilakukan. Begitulah daya akal (syarie) ini menggalak, mendorong dan menyerunya supaya melakukannya.

Malaikat akan meninjau ke dalam hati ini, didapatinya baik dan subur, bersih dengan sifat ketakwaan dan bersinar dengan cahaya ilmu. Malaikat mendapati hati ini layak untuk tempat penurunan.

Ketika itu, hati dibantu dengan tentera yang tidak dapat dilihat oleh mata dan sentiasa ditunjuk ke arah kebaikan dan sentiasa tertarik dari satu kepada kebaikan yang berterusan dan saling bersambungan.

Bantuan ini tidak terputus sama ada dalam bentuk saranan, galakan dan dorongan kepada kebaikan atau dirintiskan kepadanya laluan, lorong atau jalan kemudahan dan kelapangan. Allah mengisyaratkan dalam surah al-Lail, maksudnya:

“Apa yang ada padanya ke jalan kebaikan dan bertakwa. Serta ia mengakui dengan yakin akan perkara yang baik. Maka sesungguhnya Kami akan memberikannya kemudahan untuk mendapat kesenangan (syurga).” (al-Lail:5-7)

Hati sedemikian adalah hati yang pelitanya menyinarkan cahaya dari ‘misykat rububiyah’ sehingga tidak ada suatu terlindung padanya dan tidak terpengaruh oleh tipu daya syaitan, bahkan tidak akan mempedulikannya.

Selepas bersih daripada sifat tercela membinasakan, hati ini segera terhias indah dengan sifat terpuji yang menyelamatkan seperti syukur, sabar, takut dan pengharapan, zuhud, mahabbah, reda, rindu, tawakal, tafakkur dan muhasabah.

Hati inilah diterima dan dihadapkan Allah ke atasnya iaitu hati muthmainnah yang dimaksudkan oleh firman Allah bermaksud: “Iaitu orang yang beriman dan tenteram hati mereka dengan zikrullah. Ketahuilah! dengan zikrullah itu, tenang tenteramlah hati manusia.” (ar-Ra’d)

2- Hati yang kecewa dan terbuang, dipenuhi hawa nafsu, dikotori dengan akhlak buruk dan tercela, terdedah dan terbuka luas kepada pintu syaitan dan tertutup dari pintu malaikat.

Punca kejahatannya ialah bermula daripada lintasan hawa nafsu ke dalam hati dan membisikkan dengan kejahatan, lalu hati merujuk kepada hakim akal untuk mendapatkan nasihatnya.

Tetapi akal sudah biasa menjadi khadam yang sentiasa patuh kepada hawa nafsu, sentiasa mencari helah dan tipu muslihat bagi membantu hawa nafsu, sehingga akal dikuasai nafsu, lalu hati menerima setiap kemahuan hawa nafsu yang menjadikan kekotoran semakin tebal, karat dan kegelapannya kerana semakin lemah daya akal dari mengawal dan mempertahankan.

Ketika itu, syaitan mengambil peranan untuk memperkuatkan penguasaan hawa nafsu ke atas hati melalui tugasnya.

Dengan sebab itu, semakin lemahlah daya imannya dengan janji Allah yang baik dan jahat, semakin malap cahaya keyakinannya kepada hakikat hidup akhirat, kerana asap debu gelap daripada hawa nafsu menutupi hati sehingga menutup sinar cahayanya.

Sementara akal sudah menjadi seperti mata yang terkena asap, tidak mampu lagi untuk melihat dengan baik.

Demikianlah kesan penguasaan keinginan hawa nafsu kepada hati, sehingga hati tidak lagi berdaya untuk menggunakan fikiran dan membuat pertimbangan.

Jika cuba disedarkan oleh seorang yang ikhlas atau diterangkan jalan yang benar, ia sudah menjadi buta dan tuli. Yang bergelora adalah keinginan hawa nafsunya, lalu lahirlah pelbagai maksiat.

Hati yang demikian diisyaratkan Allah dalam firman-Nya bermaksud: “Adakah engkau nampakkah orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya? Maka dapatkah engkau menjadi pengawas yang menjaganya?

Atau adakah engkau menyangka bahawa kebanyakan mereka mendengar atau memahami, Mereka hanya seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi.” (al-Furqaan: 43-44)

3- Hati yang didatangi lintasan hawa nafsu dan membisikkan perlakuan kejahatan tetapi segera dipintas lintasan iman dan mengajaknya supaya melakukan kebaikan.

Ketika itu dengan keinginannya cuba menolong lintasan kejahatan sehingga semakin kuat tarikan hawa nafsu.

Oleh itu, akal segera menyedarkan kepada kebaikan dan mempertahankan diri daripada serangan hawa nafsu serta menjelaskan sudut keburukannya sehingga diri nafsu itu cenderung kepada nasihat akalnya.

Tetapi syaitan tidak melepaskan peluang untuk memberikan bantuan terakhir menentang akal, sehingga lintasan dan saranan hawa menjadi semakin kuat.

Demikian hati menjadi rebutan berterusan antara dua daya tarikan iaitu tarikan hawa nafsu dengan bantuan syaitan serta tarikan akal dan ketakwaan dengan bantuan malaikat.

Sekiranya sifat yang ada pada hati lebih kepada sifat bahimiyah, sabu’iyah dan syaitaniyah, hati akan dikuasai syaitan, malah cenderung kepada golongan dan puak syaitan yang akan melahirkan pelbagai bentuk maksiat.

Tetapi jika yang ada pada hati itu lebih kepada sifat malaikat, hati tidak akan mendengar rayuan syaitan, bahkan tidak terpengaruh kepada janji syaitan, sebaliknya akan cenderung kepada golongan Allah dan dengan itu akan lahirlah pelbagai ketaatan...
*
(Foto dri Ahmad Nizam Awang     )

Berdoalah selalu agar kita dianugerahkan hati yang pertama…………….
sentiasalah membisikkan pada hati jadilah hati yang sentiasa mengingati Allah dan mati……….
hanya hati yang bersih sahaja tenang dalam menghadapi ujian hidup…………
sama-samalah kita... membersihkan hati agar hidup kita lebih tenang....