Pages

Aug 3, 2011

Tauzhiyah Hikmah " Indah-nya Ramadhan 2

♥ بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم ♥

Allah Azza Wa Jalla . Berfirman :
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa "
(QS.Al Baqarah:183)

♥•*¨*♥•♥*¨*♥• Tauzhiyah Hikmah " Indah-nya Ramadhan 2 •♥*¨*♥•♥*¨*♥

Imam Shodiq a.s, pemimpin Islam dari keturunan Rasul berkata,
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat baik, bulan yang di masa Rasulullah disebut sebagai bulan yang penuh rahmat.

Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda,
“Jika kalian mengetahui apa yang ditakdirkan bagi kalian dalam bulan Ramadhan, kalian akan sangat bersyukur kepada Allah.

Ibnu Abbas juga berkata,
“Dari Rasulullah saya mendengar bahwa sesungguhnya surga dihias dan diperindah untuk menantikan kedatangan bulan Ramadhan.”

Dalam Islam, semua orang yang mencapai usia baligh diwajibkan untuk
berpuasa sehingga dalam sebulan penuh, mereka akan berlatih untuk membangun diri dan menumbuhkan sifat-sifat mulia dalam jiwanya. Syarat penting puasa adalah memiliki kesehatan dan tidak memiliki penyakit. Artinya, orang-orang yang sakit, sedang berperjalanan jauh, atau usianya telah sangat tua dan tidak lagi mampu berpuasa, mereka dibebaskan dari kewajiban berpuasa


Berpuasa Ramadhan bertujuan menambahkan Taqwa.
Taqwa ialah kekuatan dalaman anugerah Allah untuk manusia berhadapan dengan fitnah hidup ini dengan selamat hingga ke akhirat. Kesannya mendalam hingga ke Ramadhan akan datang. Rasulullah telah menjanjikan kita dengan sabdanya, “Sholat yang lima. Jumaat hingga Jumaat, dan Ramadhan hingga Ramadhan menghapuskan dosa-dosa yang di antaranya apabila
(dengan syarat) dijauhi dosa-dosa besar” (Riwayat Muslim),

Puasa dalam bentuk lahirnya adalah menahan diri dari makan,
minum,sebagian kelezatan duniawi.Sementara itu, hakikat puasa adalah
berjuang menahan hawa nafsu dan hal ini sangat bermanfaat dalam memperkuat keimanan, mendekatkan diri kepada Allah, serta menumbuhkan jiwa yang mulia. Oleh karena itu orang yang tidak melatih diri untuk berpuasa dengan fisik dan jiwanya, dan tidak berusaha menahan rasa lapar dan haus yang tidak seberapa, adalah bagaikan tumbuhan yang hidup di pinggir sungai.

Jika dalam beberapa hari tumbuhan ini tidak memperoleh air, dengan segera ia akan kering dan mati. Sebaliknya, tumbuhan yang hidup di sela-sela padang pasir, yang cabang-cabangnya selalu disengat teriknya mentari dan diterpa angin panas sahara, selalu kuat bertahan menghadapi berbagai kesulitan. Puasa juga melatih manusia menghadapi kesukaran dan kesusahan. Melalui latihan puasa, kemampuan serta kekuatannya untuk menghadapi kejadian yang pahit akan semakin tinggi.

Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda dalam sebuah Hadits,
“Puasa merupakan tameng pelindung bagi orang yang berpuasa. Ketika seseorang berpuasa, janganlah ia mengucapkan kata-kata yang buruk, jangan meninggikan suara karena kebencian dan permusuhan, dan ketika ada yang menghinanya atau mengajaknya bertengkar, ia akan berkata ‘saya sedang berpuasa’. ”

Alkisah, ada seorang ilmuwan abad ke-2 Hijrah bernama
Buhlul yang mendapat kemuliaan menjadi murid dari Imam Shodiq a.s.
Perkataan-perkataannya mengandung nilai dan hikmah yang berharga.
Suatu hari, Buhlul bersama Khalifah Abbasi berjalan-jalan di sebuah kebun yang saat itu penuh lumpur karena baru disiram hujan. Khalifah dengan nada mengejek, berkata, “Berhati-hatilah agar tidak terpeleset.” Buhlul menjawab, “Tuan Khalifah, tidak apa-apa jika saya terpeleset. Namun jika Anda yang tergelincir, seluruh rakyat yang akan menanggung kesengsaraan.”

Ibadah dan penghambaan merupakan tabiat fitrah manusia.
Oleh karena itu, setiap manusia memiliki potensi untuk melakukan ibadah dan penghambaan. Sebagian manusia mengaktifkan dan mengembangkan potensi itu sehingga dia dengan penuh ketundukan bersimpuh di hadapan Allah Yang Mahaesa. Namun, sebagian manusia lainnya mengabaikan potensi yang tertanam dalam jiwanya itu dan hidup dalam kesesatan. Imam Ali a.s. pernah mengatakan bahwa sumber utama dari ibadah dan penghambaan adalah pengetahuan dan pengelihatan. Beliau bersabda, “Buah dari pengetahuan adalah ibadah

Ibadah adalah ketundukan dan penghambaan. Ketundukan ini bisa dicapai ketika manusia merasakan dan memahami kebesaran, keagungan, kasih-sayang, serta kebijaksanaan Tuhan. Oleh karena itu, ketaatan dan penghambaan bersumber dari pengenalan kepada Tuhan dan pengenalan kepada diri sendiri. Selanjutnya, semakin dalam pengenalan manusia terhadap Tuhan dan dirinya sendiri, semakin besar pula penghayatannya terhadap doa dan munajat yang ia lakukan.

Inilah yang dimaksudkan oleh Imam Ali ketika berkata,
“Dua rakaat sholat seorang yang berilmu lebih baik dari 70 rakaat sholat orang yang tidak berilmu.

Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda
“Bukanlah puasa itu semata-mata meninggalkan makan dan minum tetapi puasa ialah meninggalkan perbuatan sia-sia dan cakap kosong. Jika sesiapa dimaki atau diperbodoh oleh seseorang katakanlah ; ’Saya berpuasa, saya berpuasa” (HR. lbnu Khuzaimah dan lbnu Hibban)

Sebagaimana yang kita ketahui, Al Quran adalah mukjizat abadi dari ALLAH
yang diturunkan secara bertahap, sesuai dengan kondisi dan keperluan pada
saat itu. Ayat-ayat suci Al Quran selain menarik jiwa ke arah keesaan, juga menghilangkan debu kebodohan, dan mengenalkan manusia kepada kebaikan dan kemuliaan. Untuk lebih memahami ayat-ayat Al Quran, kita sebaiknya berusaha mencari pengetahuan mengenai asbabun-nuzul, atau sebab-sebab diturunkannya suatu ayat Al Quran. Dalam kesempatan mulia di bulan Ramadhan ini, kami mengajak Anda untuk mengenal asbabun-nuzul surat Al Baqarah ayat 267.

Ketika Rasulullah hijrah ke Madinah, kaum muslimin Mekah meninggalkan rumah dan kehidupan mereka untuk ikut berhijrah bersama Rasulullah. Orang-orang yang hijrah atau kaum Muhajirin itu, untuk sementara tinggal di sebuah masjid di Madinah. Kaum Anshar, atau penduduk asli Madinah, atas seruan Rasulullah, juga berlomba-lomba memberikan pertolongan kepada saudara-saudara mereka kaum Muhajirin. Mereka menyisihkan sebagian hasil kebun untuk diserahkan kepada para Muhajirin.

Setiap kali kaum Anshar mendapatkan kelebihan hasil kebun, semakin besar pula bagian yang mereka infakkan. Mereka memisahkan tangkai yang penuh kurma lalu menggantungkannya di antara dua tiang masjid, sehingga kaum Muhajirin dengan mudah dapat memetik dan memakannya.

Di antara kaum Anshar itu, ada orang-orang yang ketika berinfak, mereka mencampurkan kurma yang baru dengan kurma yang sudah kering, lalu diberikan kepada kaum Muhajirin. Mereka tidak mengetahui bahwa berinfak dengan cara seperti ini selain tidak memberi banyak manfaat kepada saudara-saudara mereka kaum Muhajirin, juga merupakan sebuah penghinaan. Pada saat itulah ayat ke 267 surat dari Al Baqarah diturunkan. Ayat ini artinya adalah sbb.

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah di jalan Alalh sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kami nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya, melainkan dengan memicingkan mata terahdapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji.” Shadaqallahul aliyyul adzim....

Dalam sebuah hadits " Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda:“
Siapa saja di antara orang mukmin yang memberi makan saudaranya sesama mukmin yang lapar,niscaya Allah akan memberinya buah-buahan Surga.
Siapa saja di antara orang mukmin yang memberi minum saudaranya sesama mukmin yang dahaga, niscaya Allah akan memberinya minuman Rahiqul Makhtum......Wallahu 'alam Bishawab ...

♫•*¨*•.¸¸•*¨*•♥•*¨*•ﷲ¸¸.•*¨*• hamba ﷲ:•*¨*•:♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫

Pertengahan


++++++++++++++++++++++█++++++​+++++++++++++
++++++++++++++++++++++██++++++​++++++++++++
++++++++++++++++++++++██++++++​++++++++++++
++++++++++++++█+++++++++++++++​+++++██+++++
++++++++++++████++++█+█++█++++​++███+++++++
+++++++++++████++++██+█++█++++​███++██+++++
+++++++++++██+++++++██████++██​█++++██+++++
++++++++███++++++++++█++█+++++​++++++██++++
++++++++++++++++++++++++++++++​++++++███+++
++++++++++++++++++++++█+++++++​+█++++██+█++
++++++++++++███++++++██+++++++​███++++█+██+
+++++++++++████+++++++█+++++++​████+++█++++
+++█++++++██++█+++++++██++++++​+█+██++█++++
++█++++++██++██+++++++██++++++​+██+█++██+++
++█+++++██+++█++++++++██++++++​+██+█++██+++
++██+++██+++██++++++++██++++++​++██+++██+++
++███████+++██++++++++██++++++​++██+++██+++
+++████+++++█+++++++++██++++++​++██+++██+++
++++++++++++██++++++++██++++++​+++█+++██+++
++++++++++++███+++++++███+++++​++██+++█++++
++++++++++++███████████████+++​+███+++█++++
+++++++++++++█████████++██████​███+++++++++
++++++++++++++++████++++++████​█+++++++++++

Ya Allah …Yang Maha Pengurnia…tanpa dikuniai
Wahai Yang Empunya segala kebesaran dan kemuliaan
Wahai Yang Empunya segalah kemurahan dan pemberian
Tiada Tuhan melainkan Engkau

Engkaulah Pelindung bagi sekalian pelarian
Engkaulah jua Penaung bagi yang mencari pelindungan
Engkaulah Penenteram bagi mereka yang berada di dalam ketakutan

Ya Allah kiranya aku ini tersurat pada sisi Mu
Sebagai penjahat lagi terkutuk
Sebagai terhindar dari yang jauh lagi sempit tanpa rezki dariMu

Dengan segala kebajikan yang ada pada Mu
Ya Allah Hapuskanlah dari suratanMu itu Kejahatan yang tersurat tadi
Juga kutukan yang jauh dari kebahagiaan
Termasuk penghindaranku dari sisiMu dan kesempitan hidupku

Ya Allah tetapkanlah dalam suratan Mu
Sebagai orang yang berbahagia ....sentiasa beroleh rezeki
Menerima aneka kurnia dan kebajikan

Sebenarnya Engkau Ya Tuhan telah bertitah
Titahmu adalah Hak dan Benar
Tersurat dalam kitabMu yang diturunkan
Menerusi lisan Nabi Mu yang terutus
Yang bermaksud
Allah sesukaNya Menghapus dan Menentukan Sesuatu
DisisNya sahaja terdapat IBU KITAB suratan takdir

Tuhanku dengan penyerlahan Zat Mu Yang Maha Agung
Pada malam pertengahan bulan Syaaban yang Mulia Ini
Di mana berlakunya pembahagian dan penentuan dalam setiap perkara

Hindarkanlah dariku segala petaka
Yang aku ketahuinya ataupun tidak
Bahkan apa jua yang Engkau lebih mengetahuinya dariku
Kerana Engkau jua Yang Mengetahui tentang segala-galanya

Aku mohon Rahmat Mu Duhai Tuhan Yang Maha Pengasih
Dari sekalian Yang Mengasihani
Kiranya Engkau sampaikan selawat dan salam
Pada Penghulu kami Nabi Muhammad shallalahu ’alaihi wasallam
Serta kepada para keluarga dan sekalian sahabatnya

Amin


فإذا وجدت على الثرى، والعمور محدود الحدود"
"فكن البطولة والهداية أو فيا بئس الوجود

"Jika engkau telah berada di atas muka bumi, dan engkau tahu bahawa umurmu terbatas, maka jadilah pahlawan dan pembawa petunjuk. Jika tidak, alangkah buruknya kewujudanmu!


Anugerah Wanita Solehah Yang Tinggi



Pembuka kata hari ni,
Tiada insan suci yang tiada masa lampau (silam), tiada insan berdosa yang tiada masa depan...
Semoga penghijrahan ke arah kebaikan ini mendapat redha dan rahmat dari Allah SWT. Amin....



Seseorang berkata, "Hati kami baik walaupun kami tak tutup aurat."
Adakah hati itu baik dan sihat jika melanggar perintah Allah SWT?

Apabila seseorang itu mempelopori pembukaan auratnya di hari itu, yang menyebabkan lelaki melihatnya mendapat dosa. Pastinya, si wanita itu juga mendapat dosa tanpa kurang bagi setiap mata yang memandang. Adakah hati orang sebegini boleh dikira baik ? Setelah gunungan dosa mengaratkan hatinya? 

Sabda Rasulullah SAW: "Sesiapa yang mempelopori sesuatu yang buruk, maka ke atasnya dosa dan dosa setiap orang yang membuatnya tanpa sedikit kurang pun dosanya.." ( Riwayat Ahmad dan lain-lain : Sohih )

(cuba renung-renungkan) ;)


Bagi orang yang berpuasa, mereka akan memasuki syurga melalui pintu puasa yakni pintu Ar-Rayyan, begitu juga yang syahid, dermawan dan sebagainya. Tetapi bagi wanita solehah, mereka ada peluang untuk memasuki syurga melalui mana-mana pintu yang mereka sukai. Sungguh tinggi darjat WANITA disisi Allah SWT. Abaikanlah andai darjat anda disisi manusia terperosok ke dasar yang paling bawah kerana sifat solehah anda. Utamakan apa sahaja di sisi Allah SWT.


Berikut berkenaan wanita yang mesti dijaga:

1. Bulu kening
-Menurut Bukhari, "Rasullulah melaknat perempuan yang mencukur atau menipiskan bulu kening atau meminta supaya dicukurkan bulu kening." (Riwayat Abu Daud Fi Fathil Bari).

2. Kaki (tumit kaki)
-"Dan janganlah mereka (perempuan) menghentakkan kaki (atau mengangkatnya) agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan." (Surah An-Nur: 31)
Keterangan: Menampakkan kaki dan menghayunkan/melenggokkan badan mengikut hentakan kaki.

3. Wangian
-"Siapa sahaja wanita yang memakai wangi-wangian kemudian melewati suatu kaum supaya mereka itu mencium baunya, maka wanita itu telah dianggap melakukan zina dan tiap-tiap mata ada zina." (Riwayat Nasaii, Ibn Khuzaimah dan Hibban).

4. Dada
-"Hendaklah mereka (perempuan) melabuhkan kain tudung hingga menutupi dada-dada mereka. " (An-Nur : 31)

5. Gigi
-'Rasullulah melaknat perempuan yang mengikir gigi atau meminta supaya dikikirkan giginya.' (Riwayat At-Thabrani)
-"Dilaknat perempuan yang menjarangkan giginya supaya menjadi cantik, yang mengubah ciptaan Allah"(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim).

6. Muka dan Tangan
-Asma Binti Abu Bakar telah menemui Rasullulah dengan memakai pakaian yang tipis. Sabda Rasullulah: 'Wahai Asma! Sesungguhnya seorang gadis yang telah berhaid tidak boleh baginya menzahirkan anggota badan kecuali pergelangan tangan dan wajah saja." ( Hadis Riwayat Muslim dan Bukhari).

7. Tangan
-"Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya"( Hadis Riwayat At Tabrani dan Baihaqi).

8. Mata
-"Dan katakanlah kepada perempuan mukmin hendaklah mereka menundukkan sebahagian dari pandangannya." (An Nur : 31).
-Sabda Nabi SAW, "Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya. Kamu hanya boleh pandangan yang pertama, pandangan seterusnya tidak dibenarkan." (Riwayat Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi).

9. Mulut (suara)
-"Janganlah perempuan-perempuan itu terlalu lunak dalam berbicara sehingga berkeinginan orang yang ada perasaan serong dalam hatinya, tetapi ucapkanlah perkataan-perkataan yang baik."( Al Ahzab: 32).
-Sabda Rasulullah saw, "Sesungguhnya akan ada umatku yang minum arak yang mereka namakan dengan yang lain, iaitu kepala mereka dilalaikan oleh bunyi-bunyian (muzik) dan penyanyi perempuan, maka Allah akan tenggelamkan mereka itu dalam bumi." (Riwayat Ibn Majah).

10. Kemaluan
-"Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan mukmin, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatan mereka. "(An Nur : 31).
-"Apabila seorang perempuan itu sembahyang lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya, maka masuklah ia ke dalam syurga daripada pintu-pintu yang ia kehendakinya." (Riwayat Al Bazzar).
-"Tiada seorang perempuan pun yang membuka pakaiannya bukan di rumah suaminya, melainkan dia telah membinasakan tabir antaranya dengan Allah." (Riwayat Tirmidzi, Abu Daud dan Ibn Majah).

11. Pakaian
-"Barangsiapa memakai pakaian yang berlebih-lebihan, maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan di hari akhirat nanti." (Riwayat Ahmad, Abu Daud, An Nasaii dan Ibn Majah).
-"Sesungguhnya sebilangan ahli neraka ialah perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang yang condong pada maksiat dan menarik orang lain untuk melakukan maksiat. Mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium baunya." (Riwayat Bukhari dan Muslim). Keterangan: Wanita yang berpakaian tipis/jarang, ketat/ membentuk dan berbelah/membuka bahagian-bahagian tertentu.

-"Hai nabi-nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak perempuan mu dan isteri-isteri orang mukmin, hendaklah mereka memakai baju jilbab (baju labuh dan longgar) yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali. Lantaran itu mereka tidak diganggu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Al Ahzab : 59).


12. Rambut
-"Wahai anakku Fatimah! Adapun perempuan-perempuan yang akan digantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam neraka adalah mereka itu di dunia tidak mahu menutup rambutnya daripada dilihat oleh lelaki yang bukan mahramnya." (Riwayat Bukhari dan Muslim).


Marilah kita sama-sama menjadi wanita solehah. Semoga Allah memberkati apa yang kita lakukan pada hari ini dan hari-hari yang mendatang. Amin.. :)

Aug 2, 2011

Lagenda Yang Masih Hidup - Rasulullah SAW! :')


بسم الله الرحمن الرحيم

Dengan Nama Allah yang Maha Pemurah Lagi Maha Mengasihani
(In the Name of ALLAH most Gracious and Most Merciful)

Assalammualaikum dan Salam Sejahtera :')

Syukur Alhamdulillah kerana Allah masih memberi peluang untuk kita hidup sampai sekarang. :)



Sewaktu kecil,
Aku mendengar ibu bercerita,
Tentang seseorang yang hebat,
Seorang lagenda yang masih hidup setelah ribuan tahun,
Di dalam hati-hati yang mencintainya.


Engkau mengembala dan berniaga,
Dengan akhlakmu kau berjaya,
Kemudian aku dengar,
Kisahmu dengan ibunda Khadijah,
Cintamu kepada Aisya Humaira,
Engkaulah lagenda percintaan.


Bila remaja,
Aku baca kisahmu dan para sahabatmu,
Hikayat persahabatan dan perjuangan yang ulung,
Abu Bakar sentiasa disisi,
Umar yang membela,
Uthman pemilik dua cahaya,
Ali yang zuhud suami Fatimah permata hatimu,
Dari kisah mereka aku kenali dirimu,
Engkaulah lagenda persahabatan.


Kini,
Aku seorang dewasa,
Aku masih hidup untuk mendengar sejarah hidupmu,
Namun betapa aku rasakan dunia kini,
Cukup utopia,
Aku tidak mampu melihat sirahmu berulang pada zaman ini,
Aku tidak merasakan manisnya persaudaraan,
Akhlakmu Janggal pada zaman ini.
Ya Rasulullah,
Aku impikan kehidupan 1400 tahun dahulu,
Aku bisa mendengar ucapanmu dengan telinga ini,
Memperkuatkan iman dan kecintaan,
Aku bisa melihat ajaranmu dengan mata ini,
Seperti yang dilihat para sahabat,
Sehingga mampu menginfak seluruh kehidupan demi Islam.


Aku umat akhir zaman Ya Rasulullah!
Akulah buih-buih itu,
Aku merinduimu, Ya Rasulullah,
Rindu melihat apa yang aku dengar,
Apa yang aku baca,
Kisah lagenda yang akan terus hidup,
Dalam hati-hati umatmu yang bertaqwa.


Ya Allah,
Selawat dan salamku buat kecintaan dan kerinduan agung,
Rasulullah S.A.W kekasih-Mu,
Aku hidup pada zaman ini,
Hanya mampu berusaha dan berdoa,
Agar nama aku layak dipanggil,
Oleh Rasulullah dengan bibirnya yang mulia,
Untuk bersamanya dan para sahabat serta para solihin,
Di syurga yang abadi.


Hayatilah puisi ni wahai sahabat2 sekalian. Rinduilah Nabi Muhammad SAW sebagaimana Nabi SAW itu sendiri merindui kita. SubhanALLAH Ya ALLAH.
Memang terharu...

~TANDA TANDA TAKUT~


~TANDA TANDA TAKUT~

Al-Faqih abul-laits Rahimahullaahu ta'ala berkata: "Tanda tanda takut dapat terlihat nyata dlm delapan hal:

1. Terlihat jelas dari lidahnya, yaitu dia menahan lidahnya dari bohong, menggunjing, perkataan yg tidak ada gunanya serta menjadikan lidah itu sibuk dengan dzikir kepada Allah swt, membaca Al-Qur'an dan mudzakarah ilmu.

2. Takut mengenai perihal perutnya. dia tidak memasukkan kedalam perutnya kecuali perkara halal yg sedikit dan makan yg halal menurut kadar keperluannya saja.

3. Dia akan takut mengenai perihal penglihatannya, dia tidak akan memandang kepada hal yg haram, dan tidak pula memandang dunia dengan pandangan cinta tetapi memandangnya dengan mengambil pelajaran.

4. Dia takut dalam perihal tangannya. dia tidak akan mengulur tangannya kepada hal yg haram, tetapi dia hanya mengulurkan kepada apa saja yg berbau taat kepada Allah swt.

5. Dia takut dalam perihal kedua telapak kakinya. dia tidak akan berjalan kedalam maksiat kepada Allah swt, tetapi dia hanya berjalan menuju taat kepada Allah swt.

6. Dia takut dalam perihal hatinya. dia akan mengusir dari hatinya perihal rasa permusuhan, benci dan dengki kepada saudara muslim, tetapi mengisi hatinya nasehat dan belas kasih terhadap kaum muslim.

7. Dia akan takut dalam urusan taatnya kepada Allah swt. dia akan menjadikan taatnya ikhlas untuk Allah swt dan takut riya serta kemunafikan.

8. Dia takut mengenai perihal pendengarannya. dia tidak akan mendengarkan kecuali sesuatu yg haq.

Luqman berkata kepada anaknya: "Hai anakku, mengharaplah kepada Allah dengan sebuah harapan yg tidak membuatmu merasa aman disebabkannya dari siksa Allah. dan takutlah engkau kepada Allah dengan takut yg tidak membuat engkau berputus asa dalam takut itu dari rahmat Allah swt".

Maka seharusnyalah bagi orang orang yg berakal sehat, selalu memohon ampunan dari dosa-dosanya kepada Allah, menangis karena takut kepada Allah, mengakui segala kesalahannya dan bertaubat kepada Allah swt. karena sesungguhnya Allah adalah maha penerima taubat dan tidak menolak orang yg bertaubat dengan tangan hampa pa
da pintuNya.

Aug 1, 2011

ANDAI AKU TAHU INI ADALAH MALAM YANG TERAKHIR…~~



Andai ku tahu ini malam terakhirku...


Wahai insan, renunglah engkau akan nasib diri
Wahai qalbu, sedarkah engkau akan gerak hati
Wahai aqal, terfikirkah engkau akan apa yang bakal terjadi


Andai ini merupakan malam ku yang terakhir kali.....

Buatku sekujur jasad yang bakal berlalu pergi
Tatkala usia bernoktah di penghujung kehidupan duniawi
Pabila tiba saat tepat seperti yang dijanji Ilahi
Kematian...adalah sesuatu yang pasti.....


Andai ku tahu ini adalah malam terakhirku.....

Tentu siangnya aku sibuk berzikir
"a'la bizikrallahi tat mainnal qulub"
[Bukankah dgn berzikir itu hati akan menjadi tenang..]
Biarpun anak tekakku kering kehausan air
Tentu aku tak akan jemu melagukan syair
Rindu mendayu..
Merayu...
Kepada-NYA Tuhanku yang satu...


Andai aku tahu ini adalah malam terakhirku......

Tentu solatku dikerjakan di awal waktu
Solat yang dikerjai...
Sungguh khusyuk lagi tawadhu'
Tubuh, minda, dan qalbu...bersatu memperhamba diri
Mengadap Rabbul Jalil...
Menangisi kecurangan janji
"innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil 'alamin"
[sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, dan matiku...kuserahkan hanya kepada Allah Tuhan seru sekelian alam]


Andai aku tahu ini adalah malam terakhirku......

Tidak akan aku sia-sia kan walau sesaat yang berlalu
Setiap masa tak akan dipersiakan begitu saja
Di setiap kesempatan juga masa yang terluang
Alunan Al-Quran bakal ku dendang...bakal ku syairkan


Andai ku tahu ini adalah malam terakhirku.......
Tentu akan aku sibukkan dengan
Mengadu...
Merintih...
Meminta belas kasih....


Andai ku tahu ini adalah malam terakhirku.....

Ya Allah, dari usia dan umur yang telah Engkau berikan, begitu banyak dosa yang telah hamba-Mu lakukan, begitu besar kesalahan yang telah aku perbuat, begitu jauh aku bergelimang dosa, sehingga aku sering
melupakan-Mu ya Allah. Sering aku melalaikan perintah-Mu ya Allah, tidak mendengarkan panggilan-Mu Ya Allah, begitu asyik aku mengarungi kehidupan duniawi, begitu jauh aku menyimpang dari jalan-Mu Ya Allah.

Ya Allah, aku memohon ampunan-Mu ya Allah atas segala kelalaian dan kesalahan yang telah aku lakukan selama ini. Ya Allah, Tuhan yang maha pengasih tolong selamatkanlah aku dari kepedihan azab-Mu.


Andai ku tahu ini adalah malam terakhirku......

Ya Allah, wahai Zat yang menunjuki orang yang tersesat, pengasih terhadap orang yang berdosa, dan pemaaf bagi orang yang tergelincir pada kesalahan, Kasihanilah hamba-Mu ini, selamatkanlah aku dari
gejolak api neraka.

"sesungguhnya aku tidak layak untuk ke syurga-MU
tapi...aku juga tidak sanggup untuk ke neraka-MU"

Oleh karena itu duhai Ilahi...
Kasihanilah daku hamba-MU yang...
Hina..
Dhaif..
Jahil..
Lagi Banyak Dosa ini..
Moga setiap langkah ku zuhud kepada MU..
Moga ku istiqamah di malam ini..

ANDAI AKU TAHU INI ADALAH MALAM YANG TERAKHIR…~~

Sebelum ramadhan tiba



Pernahkah kita jumpa dalam mana-mana kejohanan sukan, yang menjadi pemenang adalah seorang peserta yang langsung tidak pernah berlatih sukan?
Atau, wujudkah dalam dunia ini, seorang pelajar yang lulus dengan cemerlang di dalam peperiksaan, namun dia tidak pernah melakukan latihan yang diberikan gurunya? Nak sedap lagi, dia bahkan langsung tak pernah belajar, wujudkah?

                                                     

Pasti tak pernah.
Maka, begitulah dengan kejayaan menghadapi madrasah Ramadhan. Bulan yang baginda nabi janjikan rahmat, keampunan dan pembebasan daripada neraka ini, kita mungkin tak akan berjaya di dalamnya tanpa persediaan rapi sejak awal.
Sebab itu bila masuk bulan Rejab, nabi dah ajarkan kepada kita dengan sebuah doa, iaitu doa supaya Allah memberikan kita keberkatan di dalam bulan Rejab dan Sya’aban, seterusnya menyampaikan kita kepada bulan Ramadhan al-Mubaarak.
Perhatikan, Rasulullah SAW pernah bersabda yang maksudnya :
”Siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan, nescaya akan diampunkan baginya segala dosanya yang telah lalu.”(HR Imam Nasai’e, Ibn Majah, Ibn Hibban dan Baihaqi)
Cuba fikir, tanpa latihan, adakah tingkat penuh keimanan dan keihklasan yang baginda sebutkan ini kita akan peroleh?
Sedangkan syarat diampunkan segala dosa adalah dengan kedua-duanya.

Ujian percubaan

Masa sekolah menengah dulu, kita akan hadapi beberapa ujian percubaan sebelum melangkah ke dewan peperiksaan yang sebenar. Kita ada ujian percubaan PMR, kita juga hadapi ujian percubaan SPM.
Alangkah, mahu dapatkan sijil dunia sahaja kita sudah menjalani latihan yang padat, inikan pula Ramadhan, bulan yang di penghujungnya dijanjikan pembebasan dari neraka!
Diriwayatkan daripada Abu Sa’id Al-Khudri R.A, aku mendengar Nabi SAW bersabda:
“Barangsiapa yang berpuasa sehari pada jalan Allah nescaya Allah akan menjauhkan mukanya dari api neraka (sejauh perjalanan) 70 tahun.” (HR Bukhari)
Maka, baki tujuh hari ini janganlah kita bazirkan. Kita tak mahu menyesal kemudian hari. Kalau mahu Ramadhan nanti dapat khatamkan Al-Qur’an, maka sejak sekarang sudah perlu biasakan baca empat, lima muka surat setiap kali lepas solat. Sudah boleh ajar tangan supaya bersedekah, patut kunci mulut dari bercakap yang tak penting, dan tiraikan mata dari pandangan yang dilarang.

Dah patut mula semua ni.

Kita pasti menyesal

Ulama kita pernah sebut, penyesalan tidak akan datang, melainkan di akhir perkara. Para pesalah, mereka sekarang pasti menyesal bila sudah ditempatkan di dalam penjara.
Maka begitu juga dengan kita. Bulan Ramadhan ini ada infiniti ganjaran kebaikan yang Allah akan bagi. Namun, tak semua orang akan dapat. Mereka hanyalah orang yang terpilih, dan yang bersedia. Jika difikirkan, kita sendiri pun tak mahu bagi sesuatu kepada orang yang tidak bersedia, kan?
Berbincang tentang akhir kehidupan manusia, tak akan ada manusia yang tak menyesal di akhirat, melainkan para Nabi. Selain mereka, semua manusia menyesal. Ahli syurga pun menyesal kerana tak banyakkan amal, kalau ahli neraka, derita mereka tak payah cakap.
Kita pulak macam mana? Jangan tanyalah!
 Maka, kita sekarang berusaha untuk meminimumkan penyesalan kita itu nanti.
Caranya, kita gunakan makhluk Allah yang bernama masa dengan sebaiknya. Sesungguhnya, Allah telah bersumpah dengan masa. Bahkan, Dia telah memperingatkan kita dengan peringatan yang sangat bermakna.
Firman Allah dalam surah At-Takaathur:
“Kamu telah dilalaikan (daripada mengerjakan amal bakti) oleh perbuatan berlumba-lumba untuk mendapat dengan sebanyak-banyaknya (harta benda, anak-pinak pangkat dan pengaruh),
Sehingga kamu masuk kubur.
Jangan sekali-kali (bersikap demikian)! Kamu akan mengetahui kelak (akibatnya yang buruk semasa hendak mati)!(surah  At-Takhaatur, ayat 1-3)

Ramadhan sudah hampir berakhir.



Ramadhan sudah hampir berakhir. 


Satu perkara yang kita risaukan adalah, Ramadhan ini berakhir, sedangkan kita tidak berjaya membawa diri kepada sebuah penghijrahan ke arah kebaikan.

Justeru, baki masa yang amat sedikit ini, marilah kita bermuhasabah semula agar detik-detik terakhir kita mengharungi tarbiyah Ramadhan ini, tidak dibazirkan walaupun sesaat, bahkan setiap detik kita mengisinya dengan ibadah dan zikir. 

Detik-detik keemasan

Kelompok manusia apabila dipergolongkan kepada beberapa kumpulan mengikut umur mereka, akan tersenarai satu kumpulan manusia yang kita kenali mereka dengan gelaran warga emas.

Siapakah mereka?

Mereka secara umumnya adalah kelompok manusia yang usianya telah lanjut, sekitar 60 tahun, mendekati usia purata datangnya ajal kebanyakan manusia.

Lantas mereka digelar sebagai warga emas, merujuk kepada detik-detik hidup mereka yang sangat bermakna.

Maka di sini kita memandang bahawa Ramadhan juga begitu.

Masa yang berbaki benar-benar sangat suntuk. Detik-detik Ramadhan yang berbaki bukan lagi sebagai masa-masa keemasan, bukan juga senilai emas merah yang amat sukar didapati, bahkan nilainya sudah tidak dapat dibandingkan dengan apa bentuk kekayaan yang ada di muka bumi ini.

Dengan jaminan pembebasan daripada neraka yang disebutkan baginda Nabi, tentu sekali tidak akan ada satu jenis penghargaan daripada dunia ini yang dapat menandingi harga Ramadhan ini.

Sepatutnya kita tidak bazirkannya

Terdapat satu hadith Rasulullah SAW yang apabila saya ingat-ingatkan dan muhasabah semula, menimbulkan satu kegerunan yang amat dasyat kepada diri saya sendiri.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahawasanya Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah naik mimbar seraya berkata, “Amin.. Amin.. Amin..”

Para sahabat bertanya kepada Baginda,  “Ya Rasulullah, engkau naik mimbar kemudian mengucapkan amin, amin, amin..”

Sabda Baginda “Sesungguhnya Jibril datang kepadaku, dan dia berkata, “Barangsiapa yang datang kepadanya Ramadhan tapi tidak diampuni dosanya maka akan dimasukkan neraka dan akan Allah menjauhinya, katakanlah “Amin”, maka aku pun mengucapkan Amin….”

Kita perhatikan, terdapat tiga point penting.

1. Datang kepadanya Ramadhan, tetapi tidak diampuni dosa-dosanya.

2. Akan dimasukkan ke dalam neraka.

3. Dan Allah akan menjauhinya.

Tidakkah ini menggerunkan?


Walaupun sedetik, ia adalah peluang yang diberikan

Sekarang, masa yang berbaki untuk menjalani ibadah Ramadhan pasti sangat suntuk. Mungkin dua hari, sehari, beberapa jam, atau Ramadhan telahpun berlalu, bergantung kepada masa anda membaca risalah ini.

Namun, meskipun sekarang ini hanya tinggal beberapa minit sebelum Ramadhan melambaikan tangannya, ianya adalah kita masih lagi diberikan peluang untuk menambahkan amal. 

Perhatikan peringatan daripada Allah kepada kita,

“Bukankah Kami telah melanjutkan umur kamu, dan memberikan kamu masa yang cukup untuk berfikir dan beringat oleh sesiapa yang suka berfikir dan beringat?, dan bukankah kamu telahpun didatangi oleh Rasul Kami yang memberi peringatan?” Surah Al-Faathir ayat 37.

Ayat di atas ini difirmankan oleh Allah di dalam kitab-Nya yang suci menjawab kepada permintaan daripada ahli neraka apabila mereka memohon untuk dikeluarkan dari situ untuk beramal soleh.

Namun, itu jawapan kepada ahli neraka. Mereka yang ketika peringatan-peringatan disampaikan kepada mereka, mereka hanya lengah.

Tetapi kita?

Kita tidak seperti mereka. Kita masih ada waktu. Ramadhan belum berakhir. Nyawa belum ditarik.

Tanda peluang masih dibuka.

Tinggal, sejauh manakah kita menggunakan peluang yang diberikan ini.

Tik tok, tik tok. Masa terus berjalan.