Pages

Jul 10, 2011

Doa Seorang Wanita


Aku berdo'a untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seorang pria yang sungguh mencintai-Mu lebih dari segala sesuatu
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri dan berusaha menjadikan sifat-sifat-Mu ada pada dirinya
Seorang pria mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia
Seorang pria yang memiliki hati yang bijak tidak hanya otak yang cerdas
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasihatiku ketika aku berbuat salah
Seorang pria yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tapi karena hatiku
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seorang pria yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika aku di sisinya

Tuhanku...
Aku tidak meminta seorang pria yang sempurna,
namun seorang pria yang tidak sempurna, sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mata-Mu
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seorang pria yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya
Seorang pria yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna

Tuhanku...
Aku juga meminta,
Buatlah aku menjadi wanita yang dapat membuatnya bangga
Berikanlah aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sekedar cintaku
Berikanlah sifat yang lembut sehingga kecantikanku datang dari-Mu
Berikanlah aku tangan sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dan bukan hal buruk dalam dirinya
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,
mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat dan tersenyum untuk dirinya setiap pagi

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan: "Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna."

Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat Dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan

Amin....Ya Rabbal 'Alamin 



Jika cinta dlm diammu itu tak memiliki ksmpatan brbicara didunia nyata,biarkan ia tetap diam,Allah Ta’ala msh punya rencana,jika dia bukan milikmu,melalui wkt akan mnghapus cinta dlm diammu itu dgn mmberi rasa yg lebih indah,orng yg tepat oleh Allah Subhanahu Wata’ala,biarkan cinta diammu itu mnjadi memori trsendiri,sudut hatimu mnjdi rahasia antara kau dgn Sang Pemilik hatimu,Allah Subhanahu Wata’ala Tata hatimu♥

Sebuah Presahabatan


Dalam dunia ini,
Kita tidak punya sesiapa kecuali diri sendiri..
Tetapi dalam kita bersendiri,
Kita beruntung kerana mempunyai seorang sahabat yang memahami kita.

Sebagaimana kita mengharapkan keikhlasan dan kejujuran seorang sahabat,begitu juga dia.
Tetapi kita sering terlupa akan hal itu.
Kita cuma mengambil kira tentang harapan dan perasaan kita.

Kita rasa dikhianati bila dia tidak menepati janjinya.
Kita rase dikhianati juga bila dia tidak seperti mane yang diharapkan.
Kita tidak memberi dia peluang untuk menerang keadaannya.
Bagi kita,
Itu alasannya untuk menutup kesilapan dan membela diri.
Kita terlupa, kita juga pernah membiarkan dia ternanti-nanti..
Kerana kita juga ada janji yang tidak ditepati.
Kita beri beribu alasan, memaksa dia menerima alasan kita.
Patutkah dia dihukum oleh kita kerana kesalahannya??
Waktu itu, terfikirkah kita tentang perasaannya??
Seperti kita, dia juga tahu rasa kecewa.. tetapi kita sering terlupa.
Untungnya mempunyai seorang kawan yang sentiasa di sisi kita pada
waktu kita memerlukan dia.
Tapi kita telah meningalkan dia kerana kita tidak mahu dilukai lagi.
Sedangkan dia...pernahkah kita terfikir dia turut juga terluka akibat perbuatan kita..

Dia mendengar luahan perasaan kita,
Segala rasa kecewa dan ketakutan,
Harapan dan impian kita luahkan,
Dia memberi jalan sebagai laluan penyelesaian masalah.

Selalunya kita terlalu asyik bercerita tentang diri kita,
Hingga kadang-kadang terlupa kawan kita juga
Ada cerita yang ingin dikongsi bersama kita.

Pernahkah kita memberi dia peluang untuk menceritakan tentang rasa
bimbangnya,rasa takutnya?

Pernahkah kita menenangkan dia sebagaimana dia pernah menyabarkan kita?
 
Ikhlaskah kita mendengar tentang kejayaan dan berita gembiranya?

Mampukah kita menjadi sumber kekuatannya seperti mana dia meniup semangat setiap kali kita merasa kecewa dan menyerah kalah?

Dapatkah kita yakinkan dia bahawa kita boleh dipercayai, kita boleh dijadikan tempat untuk bersandar bila terasa lemah, agar tidak rebah?

Bolehkah kita menjadi bahu untuk dia sandarkan harapan?

Sesekali jadilah kawan yang mendengar dari yang hanya bercerita.
Ambillah masa untuk memahami hati dan perasaan kawan,
Kerana dia juga seorang manusia; dia juga ada rasa takut, ada rasa
bimbang, sedih dan kecewa.
Dia juga ada kelemahan dan tak pernah lari dari kesilapan
dan
Dia juga perlukan kawan sebagai kekuatan.

Jadilah kita kawannya itu.
Kita selalu melihat dia ketawa,
tetapi mungkin sebenarnya dia tidak setabah yang kita sangka.

Disebalik senyumannya itu,
mungkin banyak cerita sedih yang ingin diluahkan,
Disebalik kesenangannya,
mungkin tersimpan seribu kekalutan,
kita tidak tahu..
tetapi jika kita cuba jadi sahabat seperti dia,
mungkin kita akan tahu.




ღTasbih Muslimah Di Atas Sajadahღ



Keutamaan Wanita Sholehah

Abdullah bin Amr radhiallahu 'anhuma meriwayatkan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam:

الدُّنْيَا مَتاَعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ

“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan2 dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim no. 1467)

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepada Umar ibnul Khaththab radhiallahu 'anhu:

أَلاَ أُخْبِرَكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ، اَلْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهَ وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهَ وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهَ

“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya3, bila diperintah4 akan mentaatinya5, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” (HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57: “Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.”)

Berkata Al-Qadhi ‘Iyyadh rahimahullah: “Tatkala Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menerangkan kepada para sahabatnya bahwa tidak berdosa mereka mengumpulkan harta selama mereka menunaikan zakatnya, beliau memandang perlunya memberi kabar gembira kepada mereka dengan menganjurkan mereka kepada apa yang lebih baik dan lebih kekal yaitu istri yang shalihah yang cantik (lahir batinnya) karena ia akan selalu bersamamu menemanimu. Bila engkau pandang menyenangkanmu, ia tunaikan kebutuhanmu bila engkau membutuhkannya. Engkau dapat bermusyawarah dengannya dalam perkara yang dapat membantumu dan ia akan menjaga rahasiamu. Engkau dapat meminta bantuannya dalam keperluan-keperluanmu, ia mentaati perintahmu dan bila engkau meninggalkannya ia akan menjaga hartamu dan memelihara/mengasuh anak-anakmu.” (‘Aunul Ma‘bud, 5/57)

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah pula bersabda:

أَرْبَعٌ مِنَ السَّعَادَةِ: اَلْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، وَالْمَسْكَنُ الْوَاسِعُ، وَالْجَارُ الصَّالِحُ، وَالْمَرْكَبُ الْهَنِيُّ. وَأَرْبَعٌ مِنَ الشّقَاءِ: الْجَارُ السّوءُ، وَاَلْمَرْأَةُ السُّوءُ، وَالْمَركَبُ السُّوءُ، وَالْمَسْكَنُ الضَّيِّقُ.

“Empat perkara termasuk dari kebahagiaan, yaitu wanita (istri) yang shalihah, tempat tinggal yang luas/ lapang, tetangga yang shalih, dan tunggangan (kendaraan) yang nyaman. Dan empat perkara yang merupakan kesengsaraan yaitu tetangga yang jelek, istri yang jelek (tidak shalihah), kendaraan yang tidak nyaman, dan tempat tinggal yang sempit.” (HR. Ibnu Hibban dalam Al-Mawarid hal. 302, dishahihkan Asy-Syaikh Muqbil dalam Al-Jami’ush Shahih, 3/57 dan Asy-Syaikh Al Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 282)

Ketika Umar ibnul Khaththab radhiallahu 'anhu bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam: “Wahai Rasulullah, harta apakah yang sebaiknya kita miliki?”
Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab:

لِيَتَّخِذْ أَحَدُكُمْ قَلْبًا شَاكِرًا وَلِسَاناً ذَاكِرًا وَزَوْجَةً مُؤْمِنَةً تُعِيْنُ أَحَدَكُمْ عَلَى أَمْرِ الآخِرَةِ

“Hendaklah salah seorang dari kalian memiliki hati yang bersyukur, lisan yang senantiasa berdzikir dan istri mukminah yang akan menolongmu dalam perkara akhirat.” (HR. Ibnu Majah no. 1856, dishahihkan Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahih Ibnu Majah no. 1505)

Cukuplah kemuliaan dan keutamaan bagi wanita shalihah dengan anjuran Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bagi lelaki yang ingin menikah untuk mengutamakannya dari yang selainnya.

Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ ِلأََرْبَعٍ: لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا. فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

“Wanita itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah olehmu wanita yang punya agama, engkau akan beruntung.” (HR. Al-Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1466)

Empat hal tersebut merupakan faktor penyebabdipersuntingnya seorang wanita dan ini merupakan pengabaran berdasarkan kenyataan yang biasa terjadi di tengah manusia, bukan suatu perintah untuk mengumpulkan perkara-perkara tersebut, demikian kata Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah. Namun dzahir hadits ini menunjukkan boleh menikahi wanita karena salah satu dari empat perkara tersebut, akan tetapi memilih wanita karena agamanya lebih utama. (Fathul Bari, 9/164)

Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata: “(فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ), maknanya: yang sepatutnya bagi seorang yang beragama dan memiliki muruah (adab) untuk menjadikan agama sebagai petunjuk pandangannya dalam segala sesuatu terlebih lagi dalam suatu perkara yang akan tinggal lama bersamanya (istri). Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan untuk mendapatkan seorang wanita yang memiliki agama di mana hal ini merupakan puncak keinginannya.” (Fathul Bari, 9/164)

Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata: “Dalam hadits ini ada anjuran untuk berteman/ bersahabat dengan orang yang memiliki agama dalam segala sesuatu karena ia akan mengambil manfaat dari akhlak mereka (teman yang baik tersebut), berkah mereka, baiknya jalan mereka, dan aman dari mendapatkan kerusakan mereka.” (Syarah Shahih Muslim, 10/52)


MULIALAH wanita shalihah.Di dunia,ia akn mnjdi cahaya bagi keluarganya&berperan melahirkan generasi dambaan.Jika ia wafat,Allah akan menjadikannya bidadari di surga.Kemuliaan wanita shalihah digambarkan Rasulullah Saw. dlm sabdanya,"Dunia ini adlh perhiasan,&sebaik2 perhiasan adlh wanita shalihah". (HR. Muslim)

Andai lelaki tahu..


*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumღAmiin ya Rabbal'alamin.

Andai lelaki tahu..
Apabila seorang perempuan jatuh cinta,lelaki itu tidak semestinya punya segalanya tetapi lelaki itu adalah segalanya di hatinya.

Andai lelaki tahu..
Apabila seorang perempuan itu mengalirkan air mata, itu bukan bermakna dia lemah, tetapi dia sedang mencari kekuatan untuk terus tabah mencintai lelaki itu.

Andai lelaki tahu..
Apabila seorang perempuan marah, memang dia tidak mampu mengawal perasaannya tapi percayalah, itu maknanya dia sangat mengambil berat dan menyayangi lelaki itu. Lihat saja pasangan yang baru bercinta, mereka jarang berantem. Tetapi percayalah semakin bertambah sayang mereka pada seseorang, semakin pula banyak sesuatu yang terjadi.

Andai lelaki tahu..
Apabila perempuan cerewet, dia tidak pernah bermaksud untuk membuat anda risih, tapi dia mahu lelaki mengenalinya dengan lebih dekat.

Andain lelaki tahu..
Apabila perempuan berkata dia mau kamu berubah, itu bukan bermakna dia tidak mahu menerima kamu seadanya, tetapi dia mahu menjadikan anda lebih baik, bukan untuk dirinya, tetapi untuk masa depan anda.

Andai lelaki tahu..
Apabila perempuan cemburu dan tidak percayakan kamu, bukan bermakna dia tidak sayang..tetapi dia terlalu sayangkan kamu dan masih mengangap kamu anak kecil yang masih memerlukan sepenuh perhatian. terkadang dia terlalu risau sekiranya terlalu percaya, kamu akan mengkhianati kepercayaan yang diberi. Naluri keibuannya sangat kuat. Dia hanya mahukan yang terbaik untuk kamu .

Andai lelaki tahu..
Apabila perempuan merajuk, jangan kata dia melebay-lebay. Dia bukannya mahu dipujuk dengan uang atau hadiah, tetapi cukup dengan perhatian yang boleh buat perempuan rasa dihargai.

Andai lelaki tahu..
Apabila perempuan jarang mengatakan ‘i love u’, itu tidak bermaksud dia tidak mencintai kamu tetapi dia mahu lelaki itu merasai sendiri cintanya, bukan hanya hadir dari kata-kata tetapi juga melalui bahasa tubuhnya.

Andai lelaki tahu..
Apabila perempuan kata dia rindu sama kamu, dia benar-benar maksudkannya.

Andai lelaki tahu..
Apabila perempuan bilang lelaki lain itu lebih baik dari kamu, jangan percaya kata-katanya kerana dia hanya mau menguji kamu. Dia mahu melihat sejauh mana kamu sanggup menjadi yang terbaik di matanya. Walaupun sebenarnya memang kamulah yang terbaik di hatinya. Selagi dia denganmu, percayalah, walaupun perempuan menganggap masih ramai lagi yang lebih baik di matanya tetapi di hatinya, kamu tetap yang terbaik.

Andai lelaki tahu..
Apabila perempuan menjadi tengking, dia bukan bermaksud untuk menjadi tengking, tapi dia mahu melihat sejauh mana lelaki itu mampu bersabar dengan sikanya. Percayalah, hati perempuan itu sangat lembut.

Andai lelaki tahu..
Apabila perempuan berkata, “tolong tinggalkan saya!”, dia tidak bermaksud menyuruh anda pergi selamanya. Dia hanya mahu menenangkan fikirannya sebentar saja. Apabila dia kembali tenang, percayalah dia akan mencari anda semula. Itu tandanya dia benar-benar mencintai anda. Perempuan sulit untuk mengawal perasaan. Dia terlalu emosional. Tapi dialah yang paling menyayangi anda dan sangat sensitif dengan perubahan pada diri anda.

Andai lelaki tahu..
Sememangnya Allah menciptakan lelaki dan perempuan itu dengan perbedaan yang tersendiri. Tetapi sekiranya mereka saling memahami, mereka akan saling melengkapi dan menyempurnakan . Perempuan itu diciptakan oleh Allah indah sekali. Di sebalik air matanya, tersimpan seribu satu kekuatan yang bakal menjadikan seorang lelaki itu merasa selamat bersamanya. Biarpun sebenarnya perempuan itu tampak lemah tapi dia punya kekuatan tersendiri yang bisa menggoncang dunia dan mungkin bisa pula membuat lelaki menjadi lemah kerananya. Jadi hargailah kehadiran seorang perempuan dalam hidup anda kerana dia didatangkan bukan dengan kelemahan sahaja tetapi dia juga ada kekuatan untuk menyongkong anda dan membuatkan hidup anda lebih sempurna. Dialah yang bakal menjadi perempuan bekerjaya, isteri juga ibu yang terbaik untuk anak2 anda.
♥♫♥♫♥♫♥♥♫♥♫♥♫♥♥♫♥♫
Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir



Setulus Cintamu Sedalam Kasihku


Cinta adalah sesuatu yang tak mampu kita ungkapkan dengan hanya memandang satu sisi saja , cinta itu begitu rumit dan merupakan jalinan yang sukar untuk dimengerti oleh orang lain, kecuali oleh pemilik cinta itu sendiri. Kisah ini adalah kisah dari sebuah cinta yang sukar dimengerti namun itu terjadi disaat orang-orang menginginkan cinta dengan “memiliki”.

''Pejamkan matamu sayang ? '' , pintaku. Sejenak ia memejamkan matanya. '' wajah siapa yang pertama terlihat ? '', tanyaku padanya. '' Kamu......hanya kamu....'', jawabnya begitu halus terdengar ditelingaku. Betapa senangnya hatiku, tiba-tiba terasa sakit ibarat terhiris sembilu, begitu pedih karena aku harus merelakannya untuk mengakhiri semua kebingungannya dalam memilih. Cinta takkan abadi tanpa ada restu orang tua , itu prinsip yang selalu ku pegang demi kebaikan bersama. Ku tatap ombak laut yang berkejaran dipantai yang indah ini. Fikiranku mengelamun  jauh menembus ruang-ruang angkasa dan akhirnya aku tenggelam dalam lamunanku tentang saat itu, saat perjumpaan kami saat pertama sekali ku mengenal dia……………...............
.........................
Seorang gadis tersenyum saat aku menyapanya, ia membalas senyumanku yang selalu memperhatikannya beberapa hari ini. “ Maaf boleh kenalan ? “ kataku pada gadis itu dengan wajah yang malu. “Namaku Rusdi …..nama kamu ? “ kataku mendahului ucapannya. “ Nama saya Nabila,!” katanya sembil tertunduk malu dengan sedikit ragu, diiringi senyum manis yang tak lekang di bibirnya. Perlahan-lahan gadis itu segera berlalu meninggalkanku , sedangkan aku hanya dapat memandang kepergiannya dari hadapanku dengan perasaan berbunga-bunga.

Hari demi hari berlalu, ibarat sebuah benih yang selalu disiram setiap harinya , kini benih itu telah menjadi bunga-bunga cinta. Benar..bunga cinta, yang apabila kena racun durinya, akan membuat sakit bila tak berjumpa dan menjadi ubat kala bersua. Namun sayang…… tiada cinta tanpa cubaan dan ujian, kedua orang tuanya menolak hubungan kami dengan alasan yang sungguh tak mampu aku terima. Mereka tidak berkenan karena menganggap diriku memiliki pendidikan yang lebih tinggi , karena aku adalah seorang penuntut Al-Azhar di Mesir. Aku sudah berusaha sekuat tenaga meyakinkan kedua orang tuanya namun orang tuanya tetap berkeras hati untuk menikah anaknya dengan seorang jejaka penuntut UIA , yang kebetulan ada hubungan keluarga dengan mereka. 


Hmm…..alasan yang sukar kuterima namun itu adalah kenyataan hidup yang menyakitkan bagi diriku. Dalam anggapanku bila aku seorang penuntut di Mesir semua dapat kuraih dengan mudah , masa depan yang cerah dan kehidupan yang jauh lebih bahagia kelak, namun sayang , kekecewaan itu seakan mengajarkan diriku tentang satu hal , yaitu tentang tiada berhak bagimu dalam meraih cinta, siapapun dirimu , dan apapun statusmu tidak akan menentukan sepenuhnya bagimu untuk mendapatkan semuanya, termasuk cinta dengan begitu mudahnya.

“ Abang …..” , Nabila menyedarkan lamunanku. Ku pandang tepat di matanya , kudapat rasakan sedikit demi sedikit matanya berkaca ada sesuatu yang memenuhi kelopak matanya, “ Apakah kamu mencintai abang sepenuh hatimu ? “. “Tentu saja , abang ……. Sepenuh hati dan jiwaku !”, jawab Nabila lembut lalu dia tersenyum padaku , matanya bersinar sesekali dapat ku lihat butiran jernih jatuh tanpa di duganya membasahi pipinya kerana suara hatinya tidak dapat menipu hatiku dengan pandangan itu , aku seakan mampu menyelami kegundahan dalam hatinya, kebimbangan atas dua pilihan yang sukar untuk ia tentukan , antara diriku dan pilihan orang tuanya. 


Kupandang wajahnya sedalam – dalam, seakan ingin ku lakar wajahnya pada lukisan hatiku lalu menyimpannya dalam benak hati yang paling dalam. “ Besok abang akan kembali ke Mesir , maukah Nabila ikut abang ke sana ? “ tanyaku penuh harapan. Dia tidak menjawab hanya diam kebimbangan semakin nyata di wajahnya. Aku tersenyum , “ Pikirkanlah malam ini, abang tunggu Nabila besok Airport , ini tiket ….. bila Nabila benar – benar mencintai abang , ikutlah bersama abang , dan bila dirimu ragu , kembalikan tiket ini pada pelayan kaunter hotel tempat abang menginap , mereka akan membatalkan penerbanganmu bersama abang nanti …. “, kataku lalu ku berikan sampul berwarna putih berserta tiket ke tangannya. Air matanya menitis membasahi pipinya yang indah lalu ku dapat lihat dalam hatinya terlalu sayu dengan hati yang sedih terlalu berat rasanya untuk kakiku melangkah namun ku gagahi jua meninggalkan dia dalam hati ku terpaksa agar dia dapat memikirkan yang terbaik untuk cintanya..

Jam menunjukkan pukul 9 pagi , aku sudah berdiri didepan pintu utama balai berlepas , berharap kedatangannya untuk membuktikan cintanya padaku. Tiba – tiba handfonku berbunyi, kuambil dari poketku. Lalu ku angkat , “ Hallo…..!”. “ Encik Rusdi, wanita yang membawa tiket itu sudah datang membawa tiket…….!” Suara pelayan kaunter hotel tempat ku menginap di telefon. “ Ya, tolong lakukan dengan apa yang saya pesankan dengan anda ….. !” jawabku dengan berat sekali rasa  kekecewaan yang semakin mendalam. Sebelum aku berangkat aku meninggalkan pesan pada pelayan hotel bila ada wanita yang datang membawa tiket itu nanti , agar menerima tiket itu kemudian menyerahkan sepucuk surat dariku untuk wanita tersebut. Surat itu ku buat malam sebelumnya , isi surat itu adalah :

Assalamualaikum

Daripada Rusdi kekasih hatimu………..
Mungkin disaat dirimu membaca surat ini , aku sudah meninggalkan bandar ini. Bandar yang selalu penuh makna bagi kita, karena kota ini telah menjadi saksi cinta kita. Walaupun dirimu berat mengikutiku hari ini , aku akan tetap membawa cintamu untuk mengikuti diriku. Aku mengetahui kegundahan didalam hatimu. Pilihan yang berat bagimu untuk memilih antara diriku dan pilihan orang tuamu , namun yakinlah aku selalu mencintaimu sepanjang waktu. 

Aku tak mahu menjadi seorang yang terlalu cemburu dalam cinta, walaupun aku tahu cemburu itu perlu ada dalam cinta. Mungkin makna “ cinta tak harus memiliki “ harus kurasakan kini, sungguh sesuatu yang berat namun keikhlasan dihati ini telah meringankan segalanya sayangku untukmu. Cinta tanpa restu orang tua akan menyukarkan jalan kita kelak dikemudian hari dan aku tahu dirimu sangat mencintai kedua orang tuamu, bagiku cintaku tak setanding dengan cinta mereka yang telah melahirkanmu dan membesarkanmu hingga dewasa. Aku tahu hatimu sangat menderita akibat pilihan ini dan aku tak terlintas untuk terus menambah derita dihatimu, oleh karena itu biarlah cintaku menjadi cinta yang tak harus memiliki dari pada memiliki kekasih yang menderita akibat cintaku. 

Aku ikhlas sayang …….. aku yakin Allah telah menggariskan semuanya dan aku hanya harus meluruskan garisan itu. Jangan kamu sesali perjumpaan ini dan jangan pula engkau tangisi perpisahan ini, yakinlah selalu ada hikmah dibalik ini semua………………. 
Sampaikan salam penuh kasih sayang dan maafku pada kedua orang tuamu karena tak sempat daku berjumpa dengan mereka, biar apa pun yang akan terjadi nanti ikatan Ukhuwah yang terjalin tak akan putus buat selama-lamanya. 

Wassalam
Mohd Rusdi Setulus Hati 


Setahun sudah berlalu , pagi itu sangat cerah , aku berhenti diseberang sebuah rumah. Dari dalam kereta aku terus melihat ke arah rumah itu hingga kulihat ada seorang wanita hamil menghantar seorang lelaki didepan rumah. Lelaki itu mengucup kening wanita itu dan wanita itupun mencium tangan lelaki itu. Tak lama kemudian lelaki itu pergi dan wanita itu mengiringinya dengan lambaian tangan pada lelaki itu. 

Kuambil handfonku lalu , kupilih nama “Nabila” dalam handfonku , ternyata … aku sedang menghubungi wanita hamil tadi. “ Hallo…” , suara Nabila dari dalam telefon, aku sangat mengenal suara itu. “ abang senang engkau bahagia, Nabila….!” , kataku dengan lembut. “ Abang….!” , jawabnya lalu ku terdiam seketika , “ ya …ini abang Rusdi, abang senang sekali melihat Nabila bahagia, kini hati abang sudah tenang, Nabila !, abang hanya ingin memastikan engkau bahagia disana……”, terhenti sejenak kata-kataku dan ku teruskan dengan nada yang sayu , “ ada titipanku terselit di hentian bas dihadapan rumahmu , ambillah sebagai tanda cahaya hati dariku, sebagai tanda bahwa diriku ikut bahagia melihat kebahagiaanmu…….!”. “ Abang dimana , abang…..!”, suara dari  telefon." Nabila jangan bimbang ... abang sudah pergi jauh dari rumahmu ...!, jawabku singkat dan kudengar hanya esak tangis dari dalam telefon. “ Jangan menangis Nabila , jadilah istri yang baik , istri yang menyenangkan suami , setialah padanya karena pintu surgamu ada ditangannya…, abang ini hanyalah  kenangan dalam hidupmu, abang tak ingin menjadi derita bagi orang yang abang kasihi dan hari ini abang sudah menyaksikan kebahagiaan dalam hidupmu, itu sudah lebih cukup bagiku , tersenyumlah Nabila, tersenyumlah untukku ”. " Terimakasih....terimakasih abang atas semua kebaikanmu......" suaranya putus putus karena masih terdengar esak tangisnya. "Sama-sama.......", jawabku mengakhiri panggilan kemudian terus ku matikan handfon.

Itulah akhir dari semua perjumpaanku dengannya hingga hari ini. Diriku hanya ingin meyakinkan bahwa diriku tak salah dalam mengambil keputusan, sekaligus untuk meyakinkan diriku bahwa ia sudah bahagia kini.


 
Itulah cinta, sungguh sukar untuk dimengerti kecuali oleh pemilik cinta itu sendiri. walaupun kini cinta itu hanyalah kenangan dari sebuah perjalanan hidupku, namun begitu banyak hikmah yang kudapatkan kini. " Cinta itu adalah keikhlasan, bagiku cinta tak harus memiliki, itu lebih baik daripada memiliki namun yang engkau cintai itu menderita akibat cinta itu sendiri.'' 





♥ Seringkali apa yg kita dapatkan tidak seperti dengan apa yg kita inginkan, tapi ketika kita mendapatkan yang kita inginkan kadang tidak membuat hidup bahagia. Inilah bukti bahwa apa yg kita inginkan belum tentu menjadi sesuatu yg kita butuhkan. Maka mintalah apa yg menjadi kebutuhan kita sewaktu berdoa, bukan apa yang kita inginkan..... ♥

Lapangkanlah hatimu



Lapangkanlah hatimu dalam musibah
dan bersabarlah di jalan Allah
jangan hanya memeluk dunia fana
yang bersalut dengan dosa

Ingat azab neraka
akan mengejarmu saat kau mati
jadi, jujurlah
harungi hidup ini
jauhi azab ilahi

Bersyukurlah selalu
dan jangan ragu
nescaya dijauhkan azab darimu

Jul 8, 2011

~Sinar Yang Membawa Bahagia~

 






















~Sinar Yang Membawa Bahagia~

Malam kian menampakkan wajah tuanya. Namun, aku tak dapat melelapkan mata. Sudah beberapa kali aku cuma memejamkan mata , tapi tidak juga berjaya. Aku bangun menuju ke tingkap. Oh...alangkah gelapnya malam ini. Tiada satu bintang pun yang kelihatan di dada langit. Aku memandang jauh-jauh , namun tiada satu pun yang kelihantan. Hitam. Gelap. Terasa ngeri juga di hati ini lalu tingkap kututup semula.
Aku baring di atas katil bersama Siti yang telah lama dibuai mimpi. Tapi, mata ku masih lagi segar. Segar seembun pada waktu pagi. Aku membaringkan diri ke kiri dan ke kanan. Gelisah. Hati ini begitu gelisah.
Kegelisahan yang datang secara mendadak ini telah mengingatkan aku akan peristiwa lima tahun yang lampau. Ketika aku sedang menuntut di tingkata tiga. Sedang Siti belum lagi bersekolah. Aku tinggal bersama ibu tanpa belayan kasih sayang daripada seorang ayah.
Ayah telah lama meninggal dunia kerana terkena jerangkap samar di sempadan Malaysia- Thailand semasa berjuang mempertahankan Negara. Ketika itu amah masih lagi dalam kandungan ibu.
Setahun selepas ayah meninggal, Ibu telah membawa aku dan Siti pulang ke kampung. Semenjak itulah ibu mula membanting tulang empat kerat untuk menyara kami sekaluarga. Ibu telah mengambil upah membasuh kain di rumah seorang Pegawai Daerah.
Oleh sebab pendapatan ibu tidak mencukupi, maka ibu terpaksa mengambil upah mengerjakan sawah dan membuat kuih untuk dijual di Warung Mak Nab. Aku juga tidak lupa membantu ibu untuk melakukan kerka-kerjanya.
Semalam, semasa di sekolah, guru kelasku telah memberitahu tempoh tempoh bagi menjelaskan yuran peperiksaanku yang hanya tinggal seminggu lagi. Sesiapa yang tidak menjelaskannya, mereka tidak layak memduduki peperiksaan. Keadaan inilah yang membuatkan ibu berkerja lebih keras lagi.
Seringkali ibu pulang kerumah hingga larut malam, Ibu tidak menghiraukan lagi kesihatannya. Makan dan minum tidak menentu. Aku selalu menasihati ibu supaya jangan bekerja terlalu kuat, tapi ibu tetap degil. Ibu memberitahu ia perlu bekerja keras untuk memdapatkan wang bagi membayar yuran peperiksaanku.
Mengenangkan keadaan ini, aku sering menangis. Rasanya mahu sahaja aku berhenti sekolah. Tetapi apabila aku bersuara, ibu ibu cepat-cepat menghalang.
“Janganlah. Jangan bertindak terburu-buru. Teruskan persekolahan kau”
“Tapi bu, kita ni susah. Ibu sudah tua. Lagipun ibu sudah banyak berhutang dengan Pak Long demi membiayai persekolahan Yati. Nanti apa merekan kata pada kita.”
“Sudahlah Yati. Jangan disebut lagi perkara itu. Selagi ibu masih hidup, ibu mahu kau belajar sehingga berjaya kerana itulah wasiat ayahmu dulu sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir.” Ibu bersuara agak perlahan. Terbendung kesayuan di wajahnya.
“Oh ya,sudah habiskan kuih yang di jual di Warung Mak Nap tadi”
Ibu menukar tajuk perbualannya.
“Sudah. Ini pun wangnya.”
Ibu terus kedapur untuk menyudahkan kuih muih yang belum lagi habis di masak. Aku turut mengekorinya dari belakang.
Malam itu sedang ibu membuat kuin,tiba-tiba ibu terjatuh. Aku menjadi terkejut. Mujurlah Pak Long datang ke rumahku. Pak Long membawa ibu ke hospital.
“ibu, Jangan tinggalkan kami bu” keluhku bersendirian.
Sepanjang malam itu aku sentiasa berdoa agar ibu sihat semula. Aku takut sesuatu yang buruk akan menimpa keluarga kami. Aku tidak mahu ditinggalkan. Cukuplah ayah sahaja yang pergi untuk selama-lamanya.
Sejak mendapat rawatan di hospital dulu, penyakit jantung ibu mula beransur baik. Namun, muka ibu masih lagi pucat dan cengkung. Matanya yang kedalam dan urat-urat kebiruan yang timbul di tangannya, jelas menampakkan raut wajahnya yang kian tua. Melihatkan itu aku semakain gerun dan takut ditinggalkan.
Walaupun ibu masih lemah, tapi ia tetap meneruskan kerja-kerjanya. Sudah puas aku menasihatinya, tapi ibu tetap berdegil. Aku sedari hakikat ini, lastas aku sentiasa membantu ibu membuat kerja-kerja yang lebih berat lagi.

Petang sedang aku membersihkan halaman rumah, tiba-tiba aku terdengar satu jeritan dari arah dapur rumahku. Tanpa berlengah aku berlari ke arah itu.
“Ibu, kenapa ni?” jeritku apabila melihat ibu jatuh.Ibu pengsan. Aku cuba mengangkat ibu dan meletakkannya di atas katil.
Aku mengurut-ngurut dada ibu yang semakin tenat itu. Sementara adikku yang belum mengerti apa-apa masih sempat bermain-main di katil tempat ibu terbaring.
“Di mana sakitnya bu?” aku bertanya sebaik sahaja ibu membuka matanya.
“Kita ke hospital ya, bu?”
Tanpa bersuara, ibu menggelengkan kepalanya. Pak Long yang bertujuan untuk melihat ibu, terkejut melihat ibu yang semakin tenat.
“Ibukau belum sihat lagi Yati?”
“Entahlah” Pak Long, semasa membuat kuih tadi ibu jatuh lagi. Ibu terlalu sukar untuk bernafas,” jelasku.
“Sudah jangan berlengah lagi. Mari kita bawa ke hospital,” ajak Pak Long.
“Kita ke hospital, ya bu?” rayu ku lagi.
“Jangan kau susah-susah lagi tentang diriku Yati. Rasanya sudah sampai masanya ibu pergi mengadap Yang Maha Esa.”
“Jangan cakap begitu bu. Siapalah yang akan menjaga kami nanti.”
“Tidak yati. Allah yang lebih berkuasa dan sudah sampai masanya untuk ibu mengadap-Nya. Semasa ibu tiada lagi ... nanti ...... kaujagalah Siti dengan baik dan ....... ambillah wang yang ada di dalam laci tu untuk membayar yuran peperiksaan kau, ibu doakan semoga kau berjaya .... dan dapat membela nasip adikmu ini ... nak....”
“Ibu ... Ibu .... Jangan tinggalkan kami,” aku menjerit sebaik sahaja ibu menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Aduhai ........ Betapa malangnya nasibku ini. Patah sudah ranting tempat aku berpaut. Kini, aku tinggal bersama-sama Siti tanpa belaian kasih sayang daripada ibu dan ayah.
Entah berapa banyak air mata yang ku keluarkan lewat pengkebumian ibu petang semalam. Aku menangis sehingga bengkak mataku. Ibu pergi sebelum sempat melihat kejayaanku dan Siti. Oh ibu, ,mengapa kau tinggalkan aku dalam kepedihan begini.

“Sudahlah Yati. Jangan ditangisikan lagi. Yang pergi tetap akan pergi. Cuma, kita yang hidup ini haruslah bersabar. Lagipun kita ini orang Islam ada Iman. Yati tentu sedar, bahawa setiap yang ditentukan oleh Allah itu tidak patut di kesali, terutamanya dalam saat-saat begini,” Pak Long cuba memujuk aku dengan memberikan kata-kata penuh bererti.
Tapi, sejauh mana berkesannya pujukan itu. Mereka hanya mampu memberi nasihat sedangkan yang mengalaminya aku. Aku yang menanggung segala keperitan hidup ini.
Pada waktu malam, tidurlah aku bersama adikku Siti tanpa belayan kasih sayang daripana seorang ibu. Hari-hari yang ku lalui batapa gelapnya dan kurasakan dunia ini semakin luas untuk kulalui.
“Siti, dalam usia yang masih hijau, kau di pisahkan dari seorang ibu.”
“Tuhan, sesungguhnya engkaulah yang berkuasa terhadap makluk di dunia ini. Engkau yang menghidupkan dan mematikan kami. Tetapi ...... mengapakah pada saat aku dan Siti memerlukan kasih sayang seorang ibu, kaupisahkan kami,” malam itu aku merintih keseorangan.
Kalaulah nyawa ini boleh di tukar ganti, mahu saja aku menggantikan tempat ibu. Tapi apakan daya. Tuhan lebih berkuasa. Manusia yang hanya boleh merancang, tapi Allah yang menentukan segalanya.
Mungkin inilah yang dikatakan dugaan Allah dan untuk mengatasinya kita harus berjuang. Ya, aku mesti berjuang. Aku tidak seharusnya menangis begitu kerana tangisan itu tidak dapat mengatasi setiap dugaan. Lewat malam itu, aku mendapat satu nafas baru.
Akhirnya aku menjalani penghidupan baru bersama-sama Siti yang tidak mengerti tentang penderitaan. Ke mana destinasiku selepas ini hanyalah bagai kesamaran senja yang mulai di tutupi malam. Aku tahu tiada siapa pun yang bersimpati terhadap kami yatim piatu.
Tetapi sangkaanku meleset. Rupa-rupanya dalam keadaan aku terkapai-kapai mencari tempat perlindungan, terdapat juga orang yang menaruh simpati pada nasib kami ini. Ya, Pak Long. Pak Longlah yang banyak membantu aku terutamanya didalam perbelanjaan persekolahanku. Tambahan pula, Pak Long tidak mempunyai anak. Lantas, Pak Long mengambil aku pula, Pak Long mengambil aku dan Siti sebagai anak angkatnya.
Akhirnya dengan bantuan Pak Long dan isterinya, aku telah mendapat kejayaan yang cemerlang dalam STPM dan aku telah ditawarkan untuk melanjutkan pelajaranku di salah sebuah universiti di Kuala Lumpur. Sementara Siti telah berjaya memasuki sekolah berasrama penuh kerana kejayaannya dalam UPSR.

Kini , hidupku mula bersinar. Kalau dulu langit ditutupi awan mendung, tapi kini ada mentari yang pasti bersinar. Namun aku tidak seharusnya melupakan budi Pak Long yang telah banyak berkorban untuk aku dan Siti.
“Pak Long sesungguhnya akan aku balas jasamu itu. Ya, tunggulah suatu hari nanti”
Tanpa disedari, kokokan ayam jantan bertalu-talu menandakan pagi akan menjelma. Bantalku basah disebabkan titisan air mataku. Oh .....bu, kau pergi sebelum melihat kejayaan anakmu ini. Juga belum sempat aku membalas segala pengorbananmu.
Dan bersama Fajar subuh ini, aku mengabdikan dari kepada Allah dan sekalung doa aku hadiahkan untuk ayah dan ibu. Moga terlerailah rindu yang menjamah hidupku ini. Semua sinar bahagia memaluti hidup aku dan Siti sepanjang hayat.


SiMpulan Kasih PadaMU


Kita harus cuba untuk berdiri
Kita harus cuba untuk kuat mentaati
Kita harus terima dengan redha apa yang di janji
Namun rasa itu masihkah di situ diam sendiri
Kerelaan ini masih palsu membatu nian di hati

Disaat dahi kita bertemu dalam sujud padaMu
Dikala jari jemari kita bertaup mohon kurdrat dariMu
Ketika itu air mata kita gugur satu persatu merayu padaMu
Menuruni lereng-lereng pipi sayu meratap redhaMu
Aku tahu kehancuran itu ujian dariMu untuk ku
Aku rasai kesakitan itu menusuk kejiwaku namun ku pasrah ini untuk ku

Lantaran air mata yang menderu bagai tak terbendung lagi
Berdenyut nadi bagai tiada henti ucap zikir padaMu Ilahi
Mata ini pedih minta ditutup kerna ku menyesali apa yang terjadi
Agar esok hati ini kuat untuk berdiri mengadapMu Ya Rabul Izati



Tautan Hati Buat Isteri


“Syukur pada Allah kini kau telah sah menjadi isteriku” bibit kata luahan hati Afif Hakimi pada Aleya Batrisya isteri kekasih hatinya sewaktu mereka berbulan madu ke Korea Jepun....

Afif pada masa itu berusia 23 tahun dan Aleya pada ketika itu baru berusia 18 tahun, tertunduk malu biar pun hatinya sayu dengan kesungguhan serta keiklasan Afif memperisterikan dirinya yang baru selesai menduduki peperiksaan SPM. 

“Abang Afif....bagaimana cara mempersiapkan diri untuk memiliki kebahagiaan dalam perkahwinan dan bagaimana caranya menjaga pernikahan itu”. tanya Aleya pada Afif merenung tepat di matanya.

Afif terdiam sesaat ketika pertanyaan itu terucap dari mulut isteri kesayangannya.

“ Wahai sayangku…..perkahwinan itu sebenarnya untuk melatih mempersiapkan dirimu …… melatih dirimu untuk dapat mengawal diri terhadap keinginan-keinginanmu yang bebas dan mencegah dari terjerumus ke lembah maksiat ! “.

Aleya hanya terdiam sesekali Afif melihat wajah ayu Aleya seakan ingin lebih mengetahui lalu Aleya lantas memeluk rapat ke dada Afif terdengar degupan jantung suaminya seakan memberikan semangat buat hatinya.

“Sayang.....perkahwinan itu melatih dirimu untuk bertanggungjawab …. melatih dirimu untuk dapat bertanggungjawab terhadap apa yang kamu miliki kini !”

Pelukan Aleya semakin erat di dada Afif seakan tidak mahu melepaskannya..sambil Afif memeluk pinggang Aleya, lalu Afif merenung jauh kedalam sudut hati isterinya yang tersayang.

“Wahai permata hatiku Aleya Batrisya.... perkahwinan itu melatih dirimu untuk dapat “memberi dan menerima” …. Memberi yang terbaik dari yang kamu miliki dan menerima apa adanya yang akan kamu miliki ….!”

Terdengar esakan tangisan Aleya dalam pelukan Afif...terasa dihati Aleya keiklasan suaminya yang selama ini sebenarnya bukan pilihan hatinya kerana terpaksa menerima Afif sebagai suami kerana ingin menutup malu pada diri Aleya dia sudah terlanjur dan sudah berbadan dua hasil ketelanjurannya dengan bekas kekasihnya yang terus meninggalkannya, namun kehadiran Afif membuka lembaran baru buat hidupnya.

“Wahai Isteri ku dunia dan di akhirat.... perkahwinan itu melatih dirimu untuk mendengar dan berbicara…..mendengarkan keluhan dan kebahagiaan pasanganmu dan berbicara tentang kebahagiaanmu dan berbicara dengan baik pula tentang keluhanmu” 
Wajah Aleya sayu apabila melihat wajah Afif yang terlalu ikhlas menerimanya sedangkan Afif tahu Aleya tidak suci lagi..terlalu banyak mutiara berharga berguguran di dada Afif itu yang menyejukkan hati seorang lelaki kerana setiap manusia tidak berjalan di dunia ini dengan sempurna selagi dia tidak pernah terjatuh lalu bagun menyesali penuh keinsafan.

"Aleya sayangku sayang....... perkahwinan itu melatih dirimu untuk mengerti dan dimengertikan .....mengerti tentang pasanganmu dan dimengertikan oleh pasanganmu itu...!"

“ masih banyak lagi Wahai sayangku , tapi apabila dirimu mampu melaksanakan itu , itu sudah lebih baik “ , kata Afif diiringi senyum manis pada Aleya.

“ adalah Aleya boleh , melaksanakan semua itu semua abang ? kerana saat ini Aleya belum boleh belajar dan berlatih tentang itu “, kata Aleya dengan ragu-ragu.

“Sayang tidak perlu belajar dan berlatih terlebih dahulu untuk menjalani kehidupan alam perkahwinan , kerana pernikahan itu sendiri adalah tempat dirimu belajar dan berlatih, untuk dapat mengendalikan dirimu, melatih rasa tanggungjawab, melatih kemampuan menerima dan memberi , mengerti dan dimengertikan oleh pasangamu, serta melatih kemampuanmu untuk mendengar dan berbicara menerima seadanya kini bukan kisah yang telah berlalu….!


Jun 28, 2011

Persahabatan

(In this photo: Haidir ZainuddinAdha Azmi Dzulhelmie Jaaffar Ramli Ikhmal AdamZul Hezrin Muhamad Sukri Faizal Arif Suhaimi Bin Norazman AmyAhmad Nazrin )




Ukhwah yang terbina persis sekuntum bunga
meski pun kini kita terpisah demi kasih-Nya
namun cebisan kenangan kita
sentiasa bermain di bayangan mata
detik waktu yg berlalu
menjadi memori kau dan aku

sewaktu kita bersama saling setia menimba ilmu
tanpa mengenal erti penat jemu
ingatkah kau lagi
kita bersama memijak onak duri
ditanah gersang mengutip semangat suci
kini segalanya tersurat dalam sanubari
bersabarlah dengan ketetentuan-Nya
ada rahmat yg tersembunyi
bertemu berpisah kerana Allah
lumrah kehidupan insan beriman
moga saat nan indah
ku harap berulang lagi... 


...BETAPA INDAHNYA PERSAHABATAN BERSULAMKAN KETAKWAAN KEPADA ALLAH 

SYUKRAN JAZILLAN  YA ALLAH DI ATAS KEIZINAN KAU BERIKAN SEHINGGA TERJALINNYA PERSAHABATAN INI


Rasulullah s.a.w bersabda : “Tidak beriman seseorang itu sehingga dia mencintai saudaranya sepertimana dia mencintai dirinya sendiri”

Lihatlah! Betapa indahnya Islam ini tentang persaudaraan. 

SUBHANALLAH...MAHA SUCI ALLAH...




 Sahabat
Dalam kabut ku tercari-cari cahaya
Akhirnya ku temui sinar ceria diraut wajahmu


Andainya alam ini mampu berkata-kata
Pastilah pujian buat dirimu
Di waktu itu akulah yg bertuah
Punya sahabat sepertimu

Sahabat
Kau bimbing la ku menuju cahaya ilahi

Aku lemah mengharungi ranjau dunia


Sahabat
Aku ingin seperti mu dalam ketenangan
Menghadapi hidup ini
Sahabat ku bersyukur kerna mengenali dirimu
Ku harap moga kitakan bersama
Harungi segala suka duka
Moga kejayaan milik kita
Agar hidup menuju mulia