Pages

Dec 20, 2010

::ReNuNgAn BeRsAmA ::



Buat renungan kita bersama, barang siapa yang meninggalkan solat fardu, seksanya umpama..

Subuh:
Allah akan mencampakkannya ke dalam neraka jahanam selama 60 tahun.

Zuhur:
Dosanya seperti membunuh seribu orang Islam.

Asar:
Dosanya seperti meruntuhkan Kaabah.

Maghrib:
Dosanya seperti berzina dengan ibu atau bapanya sendiri.

Isyak:
Allah berseru kepada mereka, “Hai orang yang meninggalkan solat Isyak, bahawa Aku tidak lagi reda engkau tinggal di bumi-Ku dan menggunakan nikmat-nikmat-Ku.” Segala gerak-gerinya seperti pakai, makan, tidur adalah berdosa kepada Allah.

::AdA2 jE ::


Cinta bukanlah bagaimana untuk melupakannya
melainkan bagaimana untuk memaafkannya…
Bukanlah bagaimana kita mendengarkannya
melainkan bagaimana kita memahaminya…
Bukanlah apa yang kita lihat
melainkan apa yg kita rasakan…
Bukanlah kita melepaskannya melainkan
bagaimana kita mempertahankannya…
 
*Aku masih tetap cinta,,menunggunya membuka hati untukku
melihat apa yang aku sediakan untuknya....
 
 

::CoReTaN ::


*Hidup adalah kegelapan jika tanpa hasrat dan keinginan. Dan semua hasrat -keinginan adalah buta, jika tidak disertai pengetahuan . Dan pengetahuan adalah hampa jika tidak diikuti pelajaran. Dan setiap pelajaran akan sia-sia jika tidak disertai cinta...

*Periksalah buku kenanganmu semalam, dan engkau akan tahu bahwa engkau masih berhutang kepada manusia dan kehidupan.

*Kalian memiliki takdir kepastian untuk merasakan penderitaan dan kepedihan. Jika hati kalian masih tergetar oleh rasa takjub menyaksikan keajaiban yang terjadi dalam kehidupan, maka pedihnya penderitaan tidak kalah menakjubkan daripada kesenangan.

Banyak di antara yang kalian menderita adalah pilihan kalian sendiri – ubat pahit kehidupan agar manusia sembuh dari luka hati dan penyakit jiwa. Percayalah tabib kehidupan dan teguk habis ramuan pahit itu dengan cekal dan tanpa bicara.

*benar...untuk merasai kan keindahan kehidupan itu bersedia mengharungi segala kepahitan2 itu...tiada apa yg percuma di dunia ini...dan berfikiran positif bahawa kepahitan itu adalah ubat..penawar..dan guru kehidupan ini

*Keindahan adalah kehidupan itu sendiri saat ia membuka tabir penutup wajahnya. Dan kalian adalah kehidupannya itu, kalianlah cadar itu. Keindahan adalah keabadian yag termangu di depan cermin. Dan kalian; adalah keabadian itu, kalianlah cermin itu.
Suara kehidupanku memang tak akan mampu menjangkau telinga kehidupanmu; tapi marilah kita cuba saling bicara barangkali kita dapat mengusir kesepian dan tidak merasa jemu.

*Cinta pertama adalah cerita yang terukir dalam tiap lembar-lembar kehidupan. Setiap orang pasti pernah mengalaminya. Banyak cerita tentang cinta pertama, ada yang terungkap, banyak yang terwujud, tapi tak sedikit pula yang tak terungkap. Setiap kisah punya jalan ceritanya masing-masing.
Aku sudah menemukan cinta sejati itu.. dan aku yakin tuhan telah mengirimkan seseorang yang baik untukku..

*Jangan sekali kali anda putus asa dari pertolongan Allah, Dan jangan putus harapan dari rahmat Allah, Jangan lupa akan pertolongan Allah sebab pertolongan Allah an turun sesuai dengan derita yang anda alami. aminnn

*Cinta memang sulit untuk difahami...
kedatangannya tanpa kita sedari,
tau-tau sudah menyakiti,
kadangkala lelah hati ini untuk melewati...
ingin lari tapi terus mengikuti.....

Cinta harus memiliki jika kau dapat mengusahakannya, cinta tak harus memiliki jika keadaan tak memungkinkanmu untuk mencapainya. Tapi daripada memperjuangkan sesuatu yang kamu tak yakin meraihnya, cukup menyintai apa yang sudah kau miliki saat ini dan milikilah apa yang kau cintai ...

* Bacalah selalu "La llah anta subhanaka inna kuntun minazzh zhalimin", Sebab kalimah ini menghilangkan seseorang dari sebarang kersulitan dan berbagai cubaan.

::RiNdU....::


Biarkanlah rindu itu berlalu
Dalam mimpi-mimpi yang syahdu
Biarlah kisah silam pergi
Bersama angin semerbak kasturi
Biarlah hati dimamah luka
Tika malam dihiasi purnama
Walaupun jiwa masih bernyawa
Namun emosi ini tidak bermaya
Kerana tersedar... diri ini
Masih belum layak beradu di atas pelangi
Masih kaku mengejar mentari
Masih lena dibuai tangis
Masih kabur mencari realiti...
*seringkali kita terpijak duri
yang perit terasa mencucuk sendi
begitulah juga dengan kehidupan kita ini

sering di lambung perasaan yang memakan diri sendiri 

semalam adalah kenangan
biar manis mahupun pahit
itulah sejarah
mendewasakan akal dan hati
menempuh perjalanan yg masih belum pasti
...
namun jauh di relung hati
biarlah yang terbentang di depan mata
adalah bahagia.....


 siapa yang tak inginkan kebahagiaan
walau sesukar mana mencari
belum pasti akan ketemu
BAHAGIA di dunia penyejuk hati dan jiwa
BAHAGIA di akhirat pasti di syurga...

::MaNa 1 PiLiHaN hAtI ::

Nokia C3....emmm...serasanya hati ini dah berkenan sesangat dgn fon ni.
Membuak2 rasa nya,tp berbelah bagi pulak..
Coz selama ni mmg minat n sesuka sangat2 dgn fon sony....Aduhai,mana satu yg mnjadi pilihan hati ni...
hukhuk.....Yang penting,mesti dpt kan jugak fon baru time brtday nanti...hihihi
Fon lama ni dh teruk bebenor....
Wawawawa....mana 1 ni....ku keliru lah.....

::CiNtA Oh CiNtA ::


CINTA OH CINTA...

Jika ku katakan cinta laksana sekuntum bunga mawar, ku takut engkau akan memetiknya, kemudian mawar itu layu menyembunyikan keindahannya. Jika ku katakan cinta laksana setitis embun, ku takut engkau akan mengambilnya, kemudian ia akan sirna terhempas kehangatan sang mentari. Jika ku katakan cinta laksana kupu-kupu, ku takut engkau akan menangkapnya, dan ia pun menangis kerana perpisahannya dengan bunga.

Rumpun bunga seakan tercipta,

untuk melayani kupu-kupu.

Namun sesungguhnya,

ia ada kerana kupu-kupu melestarikannya.

Jika ku katakan cinta laksana cahaya, ku takut engkau teramat sulit mencarinya, padahal ia senantiasa nyata. Jika ku katakan cinta laksana rembulan, ku takut engkau terlalu sibuk mamandangnya, hingga dirimu tak sedar jika fajar telah datang. Jika ku katakan cinta laksana api, ku takut engkau tak sudi melewatinya, hingga kau habiskan waktu dalam penantian. Jika ku katakan cinta laksana air, ku takut engkau mengotorinya, hingga bening warnanya berubah menjadi kelam.

Cinta itu ya cinta,

usahlah ia kau menafikan.

Biarlah ia bersemi,

menyebarkan harum wewangian.

Jika ku katakan cinta adalah keindahan, ku takut engkau akan menghiasinya dengan hal-hal yang menjijikkan. Jika ku katakan cinta adalah kebaikan, ku takut engkau akan melukainya dengan keburukan. Jika ku katakan cinta adalah kebahagiaan, ku takut engkau akan mengisinya dengan kedukaan. Jika ku katakan cinta adalah kelembutan, ku takut engkau berlaku kasar saat tidak mendapatkannya.

Biarlah cinta tetap bersembunyi dalam kerahasiaanya, sehingga aku dapat leluasa mengaguminya. Biarlah cinta tetap bersemayam jauh di kedalaman, sehingga aku akan senantiasa menyelaminya. Jika kau bertanya padaku, “Dengan apa kamu memahaminya?” Jawabanku adalah, “Ku fahami ia saat dirimu bertanyakannya.” Jika kau bertanya, “Dengan apa kamu menemuinya?” Jawaban ku adalah, “Dengan sesuatu yang tak ku katakan padamu.”

Kueja setiap kata,

kuurai setiap makna.

Kucuba bersabar,

namun yang kutemukan hanyalah?

Cinta itu ya Cinta.

Jika ku katakan cinta adalah kesunyian, ku takut engkau terlalu lama dalam kesendirian, kerana engkau terlalu cepat menyimpulkan. Jika ku katakan cinta adalah kebersamaan, ku takut engkau terlalu asyik dalam keramaian, hingga engkau lupa akan hak dan kewajiban. Jika ku katakan cinta adalah harapan, ku takut engkau tenggelam dalam impian. Jika ku katakan cinta adalah ketakutan, aku tak sanggup menyaksikan engkau menjalani hidup dengan penuh kecemasan.

Jika ku bisikkan, “Untuk apa mencari cinta?” Engkau pasti menjawab, “Apa pedulimu jika aku menemukannya.” Jika kututurkan, “Cinta itu ada di hati.” Engkau pasti menimpali, “Seharusnya tidak terjadi patah hati.” Jika ku jelaskan, “Cinta tidak perlu dimengerti.” Engkau pasti mengejekku, “Kalau begitu dijalani.” Dan jika ku paparkan, “Cinta harus begini dan begitu.” Engkau pasti tertawa, “Apalah ertinya celotehanmu?”

Kuseka air mata,

lembaran itu masih terbuka.

Kucuba pejamkan mata,

catatan itu semakin nyata.

Ku ambil dan kubakar ia,

cinta itu ya cinta.

Inilah cintaku, inilah perasaanku, suara hati yang aku sendiri tak mengerti, apalagi memahami. Lalu, bagaimana dengan cintamu, ke mana perginya cinta kita?


 
* Kuseka air mata,

lembaran itu masih terbuka.

Kucuba pejamkan mata,
...

catatan itu semakin nyata.

Kuambil dan kubakar ia,

cinta itu ya cinta.

::WaNiTa DaN AiR MaTa.. ::


WANITA DAN AIRMATA...

Wanita dan air mata tidak dapat dipisahkan..kerana erti setitis airmata amatlah berharga dalam hidupnya.. jadilah diri mu wahai wanita.. muslimah sejati.. yang suci dan berharga..hiasi peribadi dengan akhlak yang mulia .. biarlah airmata yang mengalir itu adalah airmata suci dan diberkati disisi Allah SWT…

Barangkali lelakilah, manusia yang paling miskin khazanah nuansa emosional. Realiti sosial secara sistematik membuat jurang yang ketat antara lelaki dengan airmata. Bahkan dalam kamus hidupnya airmata terlanjur dipersepsikan sebagai ekspresi kemanjaan dan kelemahan. Tengoklah kata, “Diam! Kamu laki-laki, jangan menangis.” Atau “dasar laki-laki lembek, sana nangis dibelakang kebaya ibumu!”

Tiba-tiba setelah berumah tangga ia harus serumah dengan wanita, seorang insan yang sering memakai bahasa airmata. Pada banyak kaadaan dan situasi serta boleh jadi airmata itu akan mengalir terus seolah tanpa batas. Maka disanalah bermula perjalanan misteri yang penuh kejutan.

Pertama melihat airmata, ketika upacara ijab Kabul berlangsung. Entah mengapa ada titis-titis bening merebak, membasahi mata gadis pilihannya. Susah payah ia menepis bayang-bayang hitam: “apakah wanita itu menyesal menikah dengan ku? Kalau tidak, mengapa harus ada airmata?”
Kenapa mata si isteri sembab berlinang air ketika kepala suami berlumuran darah jatuh dari motor? Sementara ia sendiri merasa biasa-biasa saja. Mengapa matanya berkaca-kaca melepas rindu setelah lama berpisah? Sedangkan ia malah tertawa-tawa.
Si isteri menangis setelah melahirkan bayi yang telah lama dinanti. Susah payah suami memujuk, tapi dia keras kepala. Terus menangis, hingga kemudian berhenti sendiri.
Sebagai suami pada mulanya ia belum bersedia menerjemahkan bahasa airmata dengan sempurna. Betapa rumit mememikirkan secara logik untuk menerima saat wanita menitiskan airmata, sambil memeluk bayi yang demam panas. Padahal ubat penawar baru saja selesai diberikan. Apakah airmata dapat mengurangi sakit?
Tapi anehnya, wanita tidak menitiskan airmata ketika suami di buang kerja, saat harus pindah dari rumah sewa, susu bayi tiada, atau dapur yang mulai jarang berasap. Isteri tidak menangis bila tiga tahun menikah belum sepasang baju baru dihadiahkan oleh suami tercinta. Atau peringatan ulang tahun perkawinan yang disambut cukup dengan makan nasi dingin. Rumah sewa yang sering dilanda banjir. Bahkan ketika dia “terpaksa” ikut serta memeras keringat menampung ekonomi keluarga yang serba kurang.

Alhasil walaupun berumah tangga, bukannya tambah faham arti airmata bahkan membuatnya tambah bingung, hairan bercampur takut. Ternyata sungguh rumit mengurai harga airmata wanita dengan rasionalistik semata. Sebagai suami ia menyadari kewajipannya mendidik , membina dan mencintai isteri. Maka mahu tidak mahu ia harus menyelami kehidupan emosional dan ciri-ciri perasaan wanita, termasuk dimensi airmata.

Walau ia sesali juga mengapa tidak ada mata kuliah hikmah airmata? Mana referensi, buku-buku, atau hasil penelitian yang mengkaji makna titisan halus dari pelupuk mata? Pernah ia berkira-kira dan terfikir, semua wanita memang menangis tanpa ada alasan. Syukurlah teka-teki itu terjawab oleh ensiklopedia kehidupan serta kekayaan pengalaman yang dialami selama berumah tangga. Sedikit demi sedikit mulai difahami, sebenarnya airmata wanita adalah AIRMATA KEHIDUPAN .

Airmata kekuatan, untuk melahirkan bayi dari rahimnya. Airmata kehangatan bagi bayi dalam dakapan lembutnya. Airmata yang peka dan kasih untuk mencintai dan merawat semua anak dan keluarga, dalam kaadaan apapun, dan dalam situasi bagaimanapun. Walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa mengeluh. Padahal tak jarang orang-orang yang dicintai itu menyakiti perasaan dan melukai hatinya.
Airmata ketabahan, atas kesedarhanaan hidup namun tak membuatnya terasing dalam pergaulan. Apalagi sampai mengurangi husnuzhannya terhadap Allah. Airmata ketegaran, saat rumah tangga melewati masa-masa pancaroba, atau hampir karam oleh badai cobaan. Seperti tangisan bahagia Khansa’ atas wafatnya suami dan tiga putera tercinta di medan jihad, syahid demi membela kekasih sejati: Muhammad SAW. Itulah airmata keperkasaan, pantang menyerah saat melalui masa-masa sulit. Kesusahan dan ujian itu membentuk kepribadian yang kuat dan teguh.

Airmata kesucian, sebagaimana tangisan Aisyah ra ketika dituduh berselingkuh oleh kaum munafik. Sehingga menimbulkan percakapan negatif dikalangan umat Islam bahkan Rasul pun hampir terpengaruh. Tapi Allah maha tahu. Airmata kesucian itu dikukuhkan kebenarannya oleh al-Qur’an.

Airmata yang bersumber dari mata air kehalusan perasaan ketika bersentuhan dengan hal-hal yang mengusik hati nurani. Tangisannya bukan karena kelemahan tapi menunjukkan betapa halus dan lembutnya perasaan yang ia miliki. Wanita berfikir dengan hati dan merasa dengan fikirannya.

Subhanallah! Diusia pernikahan yang baru seumur jagung, ia telah melihat semua jenis airmata itu berkumpul pada isteri tercinta. Airmata yang menitis hinga membasahi hati. Sebagai gambaran atas ketawadhu’an, qonaah, dan istiqamahnya diri. Juga menumbuhkan ketulusan cinta yang luar biasa.
Akhirnya ia berani menyatakan, “andai wanita tanpa airmata, maka dunia akan berduka cita.” Tiba-tiba si suami mula ingin belajar menangis.

Sesungguhnya wanita dan airmata tidak dapat dipisahkan.. jangan sia-siakan airmata yang mengalir dengan hal yang tidak diberkati.. jagalah kesucian airmatamu.. sama-samalah kita renungi wahai teman...
 
*Sesungguhnya wanita dan airmata tidak dapat dipisahkan.. jangan sia-siakan airmata yang mengalir dengan hal yang tidak diberkati.. jagalah kesucian airmatamu.. sama-samalah kita renungi wahai teman...

::HaTi SeOrAnG aYaH ::



HATI SEORANG AYAH...

Suatu ketika, ada seorang anak perempuan yang bertanya kepada ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbongkok-bongkok, disertai suara batuk-batuknya.

Anak perempuan itu bertanya pada ayahnya : "Ayah, mengapa wajah ayah kian berkerut-merut dengan badan ayah yang kian hari kian membongkok ?"

Demikian pertanyaannya, ketika ayahnya sedang berehat di beranda.

Si ayah menjawab : "Sebab aku lelaki."

Anak perempuan itu berkata sendirian : "Saya tidak mengerti".

Dengan kerut-kening kerana jawapan ayahnya membuatnya termenung rasa kebingungan.

Ayah hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anaknya itu, terus menepuk-nepuk bahunya, kemudian si ayah mengatakan : "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang lelaki."

Demikian bisik Si ayah, yang membuat anaknya itu bertambah kebingungan.

Kerana perasaan ingin tahu, kemudian si anak itu mendapatkan ibunya lalu bertanya kepada ibunya : "Ibu, mengapa wajah Ayah jadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian membongkok? Dan sepertinya ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit ?"

Ibunya menjawab : "Anakku, jika seorang lelaki yang benar-benar bertanggungjawab terhadap keluarga itu memang akan demikian."

Hanya itu jawapan si ibu. Si anak itupun kemudian membesar dan menjadi dewasa, tetapi dia tetap juga masih tercari-cari jawapan, mengapa wajah ayahnya yang tampan menjadi berkerut-merut dan badannya menjadi membongkok?

Hingga pada suatu malam, dia bermimpi. Di dalam impian itu seolah- olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimah sebagai jawapan rasa kebingungannya selama ini.

"Saat Ku-ciptakan lelaki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan berusaha untuk menahan setiap hujungnya, agar keluarganya merasa aman, teduh dan terlindung."

"Ku ciptakan bahunya yang kuat dan berotot untuk membanting- tulang menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya."

"Ku berikan kemahuan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari titisan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapat cercaan dari anak-anaknya".

"Ku berikan keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya berbasah kuyup kedinginan dan kesejukan kerana tersiram hujan dan dihembus angin, dia relakan tenaga perkasanya dicurahkan demi keluarganya, dan yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih- payahnya."

"Kuberikan kesabaran, ketekunan serta kesungguhan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerapkali menyerangnya".

"Ku berikan perasaan cekal dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, didalam suasana dan situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya, melukai hatinya.

Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi dan saling mengasihi sesama saudara."

"Ku berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengertian dan kesedaran terhadap anak-anaknya tentang saat kini dan saat mendatang, walaupun seringkali ditentang bahkan dikotak-katikkan oleh anak-anaknya."

"Ku berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan menyedarkan, bahawa isteri yang baik adalah isteri yang setia terhadap suaminya, isteri yang baik adalah isteri yang senantiasa menemani, dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka mahupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada isteri, agar tetap berdiri, bertahan, sepadan dan saling melengkapi serta saling menyayangi."

"Ku berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti, bahawa lelaki itu senantiasa berusaha sekuat daya fikirnya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya dapat hidup didalam keluarga bahagia dan badannya yang terbongkok agar dapat membuktikan, bahawa sebagai lelaki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, kesungguhannya demi kelanjutan hidup keluarganya."

"Ku berikan kepada lelaki tanggungjawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga ( seri / penyokong ), agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh lelaki, walaupun sebenarnya tanggungjawab ini adalah amanah di dunia dan akhirat."

Terkejut si anak dari tidurnya dan segera dia berlari, berlutut dan berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik ayahnya yang sedang berdoa, ketika ayahnya berdiri si anak itu menggenggam dan mencium telapak tangan ayahnya.

"Aku mendengar dan merasakan bebanmu, ayah."
 
 
 
 
*Bila ayah anda masih hidup jangan sia-siakan kesempatan untuk membuat hatinya gembira. Bila ayah anda telah tiada, jangan putuskan tali siratulrahim yang telah dirintisnya dan doakanlah agar Tuhan selalu menjaganya dengan sebaik-baiknya.

::KiSaH bAyI mAlAnG

KISAH BAYI MALANG...

Tuhan jadi saksi. Kisah bayi malang itu. Nyawa suci itu lahir dalam tandas. Tempat diamnya jin dan syaitan. Akhir hidupmu dicampak di tong sampah. Tangis lemahmu hilang dalam kebencian ibumu sendiri.

Aduh malang sungguh. Dirimu yang suci itu adalah lambang nafsu terlarang.

Di sini engkau terhina dan tercela. Dosa ibumu kau warisi tanpa rela. Nyawa kecilmu menanggung sengsara. Apalah daya engkau tak mampu bersuara. Tangis panjangmu bercerita kisah luka dan sengsara.

Habis nyawamu dalam dingin angin malam. Pun tiada siapa yang peduli. Jasadmu bersemadi bersama tompokan sampah. Engkau umpama sampah di mata ibumu. Aduh malang sungguh. Bumi bergetar menahan amarah Yang Satu.

Bayi malang itu. Nyawanya terangkat kelangit membawa sumpah yang pasti. Sesungguhnya yang dizalimi akan diadili. Demi Tuhan…

Wheels : Sekuntum Cinta (HQ Audio)